Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi hujan. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Ilustrasi hujan. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Sleman, IDN Times - Pada awal Maret 2022, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berada dalam periode musim hujan. Etik Setyaningrum, Kepala Kelompok Data dan Informasi, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman mengungkapkan hujan akan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.

"Sampai dengan awal bulan Maret 2022 secara umum masih dalam periode musim hujan. Ini ditandai dengan adanya pergerakan monsoon Asia (angin baratan) di wilayah kita," ungkapnya pada Kamis (3/3/2022).

1. Potensi hujan harian masih terjadi

Ilustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Etik mengungkapkan, saat ini potensi hujan harian masih berpotensi di DI Yogyakarta dengan intensitas berkisar 200-500 mm/bulan  yang termasuk dalam kategori menengah - tinggi.

Dalam skala cuaca, hujan dalam dua hari terakhir di wilayah DI Yogyakarta turun cukup signifikan. Hal ini disebabkan adanya bibit siklon tropis yang terpantau terjadi di Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa.

"Seperti hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang dan potensi gelombang laut tinggi di perairan Selatan DI Yogyakarta berkisar 2.5 hingga 4 meter yang diprakirakan terjadi 1 hingga 2 hari ke depan," terangnya.

2. Bulan Maret diperkirakan memasuki pancaroba

Ilustrasi Suasana Hujan di Perkotaan (IDN Times/Besse Fadhilah)

Etik memaparkan di Bulan Maret 2022 ini, wilayah DI Yogyakarta diprakirakan mulai memasuki masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Diharapkan masyarakat mewaspadai masa ini.

"Mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang berpeluang terjadi pada siang-sore hingga menjelang malam hari," paparnya.

3. Warga harus waspadai bencana alam

Ilustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah bencana alam. Selain itu mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang dan roboh.

"Masyarakat diimbau agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat dan petir," paparnya.

 

Editorial Team