Yogyakarta, IDN Times - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai Indonesia kecil kemungkinan mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), meskipun konflik di Timur Tengah memanas dan berpotensi mengganggu jalur distribusi global.
Menurut Fahmy, meski ada risiko gangguan pasokan jika konflik meluas hingga berdampak pada Selat Hormuz, Indonesia tidak bergantung pada satu sumber impor saja. Selain dari Timur Tengah, Indonesia juga mengimpor BBM dari berbagai negara lain, termasuk kawasan Afrika serta melalui pasar Singapura.
"Karena misalnya pasokan dari Timur Tengah barangkali itu berkurang, itu masih bisa mencari pasokan dari negara lain. Saya kira Singapura itu juga banyak sekali produk-produk BBM yang memang dibutuhkan Indonesia. Nah, hanya harganya itu yang kemudian menjadi mahal," ujar Fahmy saat dihubungi.
