Bantul, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menggelar fun run yang diikuti 600 pelari dengan menempuh jarak lima kilometer, sebagai puncak Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tahun 2025. Kegiatan fun run ini juga sebagai media promosi kepada masyarakat untuk membiasakan hidup sehat dengan berolahraga.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan olahraga sebagai upaya mencegah penyakit, dan meningkatkan daya tahan tubuh. "Dari pemerintah dulu untuk mengajak masyarakat hidup sehat dengan olahraga. Selanjutnya mengajak masyarakat dengan selalu berolahraga agar kesehatan kita selalu terjaga," ucap, Jumat (28/11/2025).
Puncak HKN di Bantul, Kemenkes Ajak Orangtua Beri Imunisasi pada Balita

Intinya sih...
Fun run sebagai puncak peringatan HKN ke-61 2025, Dinkes Bantul gelar acara olahraga dengan 600 pelari menempuh jarak lima kilometer.
Kemenkes gencarkan imunisasi terhadap balita di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jogja, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan enam provinsi di tanah Papua untuk menciptakan kekebalan tubuh komunitas.
1. Sosialisasi imunisasi Hexavalen
Selain menggelar fun run, Dinkes Bantul turut melakukan sosialisasi imunisasi Hexavalen. Halim menilai ini sebagai hal penting untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dari paparan penyakit.
Halim mengatakan, ada sekitar 10 ribu lebih balita berusia dua sampai lima bulan yang rentan terhadap paparan penyakit. Imunisasi Hexavalen menjadi salah satu cara untuk mencegahnya.
"Ada enam penyakit yang kemungkinan bisa menyerang anak-anak kita. Ada dipteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, meningitis dan polio. Enam inilah yang akan dilakukan pencegahannya melalui imunisasi," katanya.
2. Kemenkes gencarkan imunisasi terhadap balita di sejumlah daerah di Indonesia
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Prima Yosephine yang hadir di kegiatan ini menyebut pemerintah tengah menggencarkan imunisasi terhadap balita di sejumlah daerah di Indonesia.
"Kita sedang gencar melakukan ini di sembilan daerah, Jogja, Bali dan Nusa Tenggara Barat dan enam provinsi di tanah Papua untuk menekan risiko ini terhadap balita. Target kita adalah bukan hanya melindungi anak-anak yang mendapatkan imunisasi, tapi juga menciptakan kekebalan tubuh komunitas," katanya.
2. Ajak orangtua untuk aktif melakukan imunisasi kepada anaknya
ia pun turut mengajak peran aktif orangtua agar segera melakukan imunisasi kepada anak di layanan kesehatan terdekat.
"Saya mengajak orangtua yang punya balita untuk aktif melakukan kepada anaknya di layanan fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya.