Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Belasan Siswa SD di Pundong Bantul Diduga Keracunan Usai Santap MBG
ilustrasi anak sakit perut (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)
  • Sebanyak 18 siswa SD di Pundong, Bantul diduga keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan langsung mendapat penanganan dari Puskesmas tanpa perlu rawat inap.
  • Pemerintah menutup sementara SPPG penyedia menu MBG serta mengambil sampel makanan, termasuk susu yang diduga jadi penyebab, untuk diuji di laboratorium oleh Dinas Kesehatan Bantul.
  • Panewu Pundong meminta distribusi menu MBG dihentikan sementara dan menarik kembali makanan yang belum dikonsumsi guna mencegah kasus serupa di sekolah lain penerima program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) menimpa puluhan siswa di dua sekolah dasar di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Rabu (8/4/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, membenarkan adanya kejadian tersebut. ‎"Iya benar ada dugaan kasus keracunan usai siswa menyantap menu MBG di dua sekolah dasar yang ada di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong. Namun, keterangannya satu pintu ya melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (8/4/2026).

1. ‎Ada 18 siswa yang diduga keracunan usai santap MBG

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, membenarkan adanya siswa sekolah dasar yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG dari salah satu SPPG di Padukuhan Sawahan, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong.

"Ada 18 siswa SD yang mengalami gejala keracunan dan ditangani oleh Puskesmas Pundong," ucapnya. "Tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap," tambah dia.

2. ‎SPPG yang menyiapkan menu MBG ditutup sementara

Ilustrasi SPPG. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Hermawan mengatakan SPPG yang menyiapkan menu MBG untuk sementara ditutup. Dinas Kesehatan Bantul juga telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.

"Ya kalau dugaan sementara keracunan MBG berasal menu susu. Namun demikian belum bisa memastikan penyebab keracunan itu. Saat ini, sampel susu tersebut telah dibawa untuk uji laboratorium," tuturnya.

3. ‎ Ada siswa yang diduga keracunan makanan MBG, pengiriman sempat minta distop

Ilustrasi menu MBG di sekolah (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Sementara itu, Panewu Pundong, Vita Yuliatun, mengatakan gejala yang dialami siswa berupa pusing, mual, dan muntah. Namun, kondisi mereka kini sudah membaik.

"Untuk tindak lanjut dari SPPG saya belum tahu seperti apa. Tadi kan ada yang belum dikirim (menu MBG), jadi diminta stop. Semua yang belum dikirim, saya minta stop, enggak usah dikirim," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah membagi tugas untuk mendatangi sekolah penerima MBG dari SPPG yang sama guna mengimbau agar menu tidak dibagikan dan dikonsumsi sementara waktu. Sejumlah menu MBG yang belum dikonsumsi juga ditarik dan dikembalikan ke pihak SPPG.

"Karena dari SPPG ini kan penerimanya ada tiga SD dan satu taman kanak-kanak (TK). Kalau TK kan mereka makan menu MBG pagi. Yang TK alhamdulillah aman. Tapi, enggak tahu ya, karena takutnya dampak besok pagi atau kapan," ujarnya.

Editorial Team