Lurah Seloharjo, Pundong, Bantul, Mahardi Badrun.(IDN Times/Daruwaskita)
Sementara itu, Lurah Seloharjo, Kapanewon Pundong, Mahardi Badrun, mengatakan ada belasan sapi milik peternak Seloharjo yang mati akibat terpapar PMK. Namun, kasus kematian sapi akibat PMK paling banyak di Padukuhan Pentung.
"Di Padukuhan Pentung ada sembilan sapi yang mati. Bahkan ada sapi indukan yang sedang bunting tua juga mati akibat terpapar PMK," ungkapnya.
Menurutnya, kerugian peternak akibat sapinya mati terpapar PMK bisa mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, masih ada puluhan sapi yang sedang dalam proses penyembuhan.
"Butuh waktu lebih dari 20 hari sapi benar-benar sembuh dari PMK. Kalau dulu peternak menamai PMK adalah penyakit 'gomen' namun kali ini penyakit 'gomen' yang lebih parah dan bisa menyebabkan ternak mati," ungkapnya.
Pihaknya juga sudah melaporkan belasan ternak sapi yang mati ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul. Namun, sejauh ini para peternak sendiri yang berusaha untuk mengobati ternaknya yang terpapar PMK.
"Ya sekali ngundang mantri hewan biayanya Rp120 ribu padahal minimal dua hingga tiga kali mantri hewan diundang untuk mengobati sapi," ungkapnya.