Tanaman cabai off season yang diserang pathek.(IDN Times/Daruwaskita)
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Imawan Eko Handriyanto, menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) ke lahan yang terserang penyakit patek.
"POPT sudah terus kami terjunkan untuk mendekat petani-petani, termasuk yang di Selatan untuk mengatasi masalah ini," katanya.
Diakui Imawan, serangan patek cukup mempengaruhi produktivitas cabai di lahan. Oleh karenannya beberapa langkah pengendalian hayati terus dilakukan dan dianjurkan. Salah satunya menciptakan kondisi yang tidak terlalu lembap yang mendukung tumbuh kembang cendawan penyebab penyakit patek.
"Yang terpenting mungkin perlu diadakan pemasangan ajir, kemudian diikat, supaya kondisinya tidak terlalu lembap. Itu perlu juga," ungkapnya.
Diterangkan Imawan, pemasangan ajir membuat jarak antar tanaman tidak terlalu mepet sehingga sirkulasi udara dapat optimal dan mengurangi kelembapan. Selain itu ajir juga menopang tanaman dari potensi tanaman roboh.
"Tanaman enggak roboh. Mengurangi kelembapan, diberi ruangan," tuturnya.
Selain pengendalian mekanis, Imawan juga bekerja sama dengan POPT untuk melakukan pengendalian hayati melalui agens hayati.
"Jenisnya macam-macam, supaya terkendali, tidak terlalu besar yang menyerang cabainya itu," pungkasnya.