Perajin di sentra kerajinan kayi batik Krebet. IDN Times/Daruwaskita
Sementara Kasi Promosi dan Informasi Wisata, Markus Purnomo Adi, mengatakan pihaknya turut berupaya mendongkrak kunjungan wisata di Krebet. Antara lain, pihaknya melakukan promosi dengan Asosiasi Agen Tur dan Travel Indonesia (ASITA) dan biro perjalanan di seluruh Jawa.
"Dari ASITA itu nantinya akan meneruskan informasi ke berbagai biro perjalanan yang ada di wilayahnya. Setelah sampai ke biro perjalanan maka peran biro yang akan menyampaikan kepada calon wisatawan," ujarnya.
Menurutnya, usaha promosi melalui ASITA di Jawa sudah berlangsung tiga bulan yang lalu. Sudah ada sejumlah agen perjalanan yang membawa wisatawannya ke Desa Wisata Krebet.
"Nah kalau ada buyer yang dibawa oleh biro perjalanan itu berkah bagi perajin di Desa Wisata Kerebet," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Ipung ini mengaku, pihaknya tidak bisa membawa konsumen baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sebab, hal tersebut bukan kewenangan Dinas Pariwisata namun jadi kewenangan dinas lainnya di Pemkab Bantul.
"Ya kita sebatas promosi saja, tapi kalau ada event pariwisata kita juga mengajak para perajin untuk memamerkan produknya," tandasnya.