Tiket parkir dan tiket untuk foto pra nikah atau foto khusus lainnya di lahan gumuk pasir milik Nursiyati. (Dok. istimewa)
Menurut Nursiyati, kejadian tersebut memang terjadi di lahan pribadi dan bersertifikat SHM. Tanah yang dikelolanya sebagai tempat usaha rumah makan, tempat swafoto dan foto prewedding atau pranikah.
"Ya kalau hanya foto keluarga, kita tidak narik ongkos. Tetapi kalau untuk foto pranikah atau foto khusus lainnya, kami menarik ongkos Rp100 ribu dengan waktu yang tidak kami batasi. Mau satu jam bahkan satu hari silakan saja," ucapnya.
Ia menambahkan, tarif Rp100 ribu bagi wisatawan yang akan foto pranikah atau foto khusus lainnya sudah disampaikan saat wisatawan datang sehingga wisatawan tidak merasa dijebak.
"Kami sudah sampaikan tarif itu kepada wisatawan agar tidak merasa dijebak pungutan atau tarif tinggi," ucapnya.
Dengan membayar Rp100 ribu, kata Nursiyati, wisatawan mendapatkan berbagai fasilitas mulai dari ruang untuk ganti pakaian, MCK, hingga parkir gratis.
"Tarif Rp100 ribu itu juga sudah berlangsung lama kok," ucapnya.
Nursiyati juga membenarkan jika awal bulan ada dua orang yang datang laki-laki dan perempuan yang salah satunya membawa untaian bunga (hand bouquet).
"Saat masuk saya tawarkan harga paket. Tapi orang saya tidak tahu kemudian mengambil video saat kami menawarkan paket dan dia marah-marah dan kemudian video itu diunggah, sungguh saya tidak tahu," ujarnya.