Bantul, IDN Times - Pemotongan anggaran transfer ke daerah (TKD) atas nama efisiensi membuat pemerintah di daerah kelabakan. Apalagi ketika tidak ada strategi untuk menutup kekurangan sebesar itu di APBD.
Sekretaris Daerah Pemkot Malang, Erik Setyo Santoso, mengatakan pemotongan TKD sebesar Rp350 miliar berdampak pada penurunan APBD Kota Malang. Ia menyebut APBD 2025 sebesar Rp2,7 triliun, sementara pada 2026 turun menjadi Rp2,3 triliun akibat kebijakan tersebut.
"Sangat terasa sekali, kalau ditanya strategi untuk mengembalikan Rp350 miliar dengan mengoptimalkan pendapatan maka tidak mungkin menutup Rp350 miliar tersebut. Ya memang rezim efisiensi ini ya memang kejam," katanya saat menerima kunjungan kerja Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih di Balai Kota Malang, Jumat (24/4/2026).
