Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penemuan jenazah bayi lengkap dengan ari-ari di serambi masjid di Bantul. (Dok. Istimewa)
Penemuan jenazah bayi lengkap dengan ari-ari di serambi masjid di Bantul. (Dok. Istimewa)

Bantul, IDN Times - ‎Jajaran Polres Bantul mengamankan seorang perempuan yang diduga membuang bayinya dalam kondisi meninggal dunia di serambi Masjid Nurudholam, Padukuhan Brajan, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul pada 23 Januari 2022 yang lalu. Perempuan tersebut saat ini masih menjalani perawatan pascamelahirkan.

1. Penetapan tersangka menunggu kesehatan pelaku membaik‎

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan.(IDN Times/Daruwaskita)

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, mengatakan pelaku sedang dalam perawatan di salah satu rumah sakit. Pihaknya masih menunggu kondisi kesehatan pelaku membaik terlebih dahulu.

"Kita beri kesempatan untuk perawatan di rumah sakit terlebih dahulu. Tapi intinya akan kita rilis penetapan pelaku sebagai tersangka nantinya," ujarnya, Senin (31/1/2022).

‎Menurut Ihsan, pelaku ditangkap beberapa jam setelah jasad bayi tersebut ditemukan oleh petugas. Namun dengan pertimbangan kesehatan pelaku, maka petugas urung melakukan pemeriksaan dan akan dilanjutkan setelah kesehatannya membaik.

"Ya nanti akan kita tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

2. Pelaku berstatus sebagai mahasiswi di Yogyakarta

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pixabay.com/LeeJeongSoo)

Ia mengatakan, ibu yang meninggalkan jenazah bayinya itu merupakan salah satu mahasiswi di Yogyakarta yang berasal dari Kalimantan Tengah. Sedangkan ayah dari orok tersebut yang adalah kekasih pelaku juga sudah dikantongi identitasnya.

"Kita sudah profiling siapa kekasih pelaku. Dia saat ini di Kalimantan Tengah. Kalau yang ceweknya (pelaku) berstatus sebagai mahasiswi. Namun prianya bukan seorang mahasiswa dan tinggal di Kalimantan Tengah," terangnya.

3. Baik si ibu orok maupun kekasihnya berasal dari Kalimantan Tengah‎

ilustrasi bayi (pexels.com/Benji Aird)

Baik pelaku dan kekasihnya merupakan warga yang berasal dari satu daerah (Kalimantan Tengah). Dan untuk kasus pembuangan orok akan diperiksa terlebih dahulu si ibu.

"Kita periksa si ibu (pelaku) terlebih dahulu sebelum memeriksa sang kekasihnya," ucapnya.‎

Editorial Team