Ilustrasi lagu Satu Nusa Satu Bangsa menggambarkan persatuan (freepik.com/jcomp)
Sementara, Tala Fargas Guteres sebagai perwakilan dari NTT menyampaikan permohonan maaf atas kejadian bentrok hingga berujung kerusuhan. Dirinya berharap tidak ada lagi kejadian serupa dan semua pihak bisa saling menjaga komitmen damai tersebut.
"Sekali lagi kami mohon maaf, dan berikan kesempatan kepada kami untuk memperbaiki itu. Kami akan semaksimal mungkin menjaga perdamaian, keamanan dan ketertiban di Yogyakarta ini," ujar Tala.
Senada dengan perwakilan dari NTT, wakil dari Maluku, Fauzan Rohawani juga menyampaikan permohonan maaf mewakili warga Maluku yang ada di Kabupaten Sleman. Dirinya meminta agar semua pendatang dari Indonesia Timur untuk menghargai adat istiadat setempat.
"Kita harus menghargai nilai adat istiadat yang ada di sini. Jangan mempermalukan kita sebagai Indonesia Timur," ucap Fauzan.
Essau Kaisai yang merupakan perwakilan dari Papua juga menyampaikan hal senada. Dirinya berpendapat seharusnya masyarakat dari Indonesia timur yang menimba ilmu di Yogyakarta untuk selalu bersyukur.
"Kami bersyukur, karena ada banyak nilai yang sangat berguna yang bisa kita terapkan di tanah kita sendiri. Namun hanya karena ada persoalan yang membuat kita rugi, kita harus kembali lagi dari awal untuk memulihkan nama kita lagi," tambah Essau.