Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
tahun baru
ilustrasi tahun baru (pexels.com/Gabriel Mihalcea)

Intinya sih...

  • Pemkot Yogyakarta mengerahkan 175 pasukan oranye dan armada pendukung untuk membersihkan 30 ton sampah hasil perayaan tahun baru.

  • Volume sampah sisa perayaan tahun baru menurun dibanding tahun sebelumnya,

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Perayaan malam pergantian tahun 2026 di Kota Yogyakarta meninggalkan sekitar 30 ton sampah yang diangkut dari berbagai titik keramaian.

Sampah-sampah plastik seperti gelas minuman sekali pakai serta alas duduk adalah jenis yang paling banyak ditemukan.

"Yang terkumpul di malam tahun baru itu, dari armada yang kita angkut, kurang lebih ada 30 ton sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq.

1. Masih bisa ditangani pemkot

ilustrasi sampah (pixabay.com/Hans)

Rajwan mengatakan pemkot mengerahkan sebanyak 175 pasukan oranye yang ditempatkan di lima titik utama lokasi perayaan malam Tahun Baru untuk mengatasi persoalan sampah tersebut.

Dengan bantuan armada pendukung, tim kebersihan memastikan proses pembersihan berjalan cepat dan efektif.

Menurut Rajwan, seluruh sampah terkumpul tak langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan karena DLH masih mampu mengelola sampah tersebut secara mandiri, baik itu melalui depo maupun unit-unit pengolahan milik pemkot.

"Kita bawa ke depo, kemudian didistribusikan ke unit-unit pengolahan sampah yang ada di kita, diolah sendiri," kata Rajwan.

2. Sisa 8 ton sampah di Malioboro

Potret Penanda Jalan Malioboro (unsplash.com/Agto Nugroho)

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni menyebut volume sampah sisa perayaan tahun baru yang ditemukan di kawasan Malioboro mencapai 8 ton.

Kata Anggi, sapaan akrab Anggraeni, temuan jenis sampah yang paling dominan adalah alas duduk plastik.

"Karena kan memang ada penjualnya ya," ujar Anggi.

Selain itu, gelas plastik sekali pakai juga cukup banyak ditemukan di kawasan sekitar Tugu Pal Putih hingga Malioboro. Tak sedikit yang berserakan di area pedestrian, walaupun tim kebersihan sudah langsung bergerak melakukan penyisiran sejak Senin (1/1/2026) pukul 00.30 WIB.

3. Klaim menurun dibanding tahun 2025

Anggi berujar, penyisiran oleh tim kebersihan ini tak cuma dilakukan satu kali, tapi tiga kali hingga kawasan-kawasan tadi steril dari sampah-sampah demi ruang publik yang kembali bersih dan nyaman.

Terlepas dari itu, Anggi memperkirakan jika sampah sisa perayaan malam tahun baru di pusat-pusat keramaian tersebut menurun volumenya bila dibandingkan dengan temuan tahun lalu. Meski, ia juga tak merinci angkanya.

"Dibandingkan tahun baru tahun kemarin kita prediksi mengalami penurunan," katanya.

Editorial Team