Sleman, IDN Times - Harga bawang merah yang tidak menentu, membuat petani di Kalasan berinisiatif untuk mengolah bawang hasil panennya menjadi produk siap santap.
Janu Riyanto Ketua Forum Petani Kalasan mengatakan, ketika harga bawang sedang anjlok, maka petani melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) akan mengolahnya menjadi stik bawang dan bawang goreng. Dia menjelaskan, melalui pengolahan bawang menjadi produk siap makan ini cukup membantu petani agar tidak merugi saat harga bawang sedang tidak stabil.
"Kalau olahan kami buat bawang goreng dan stik bawang goreng," ungkapnya pada Minggu (22/11/2020).
