ilustrasi alat ultrasound (USG) (unsplash.com/Elen Sher)
Dokter spesialis radiologi RSUP Dr Sardjito, Bestari Ariningrum Setyawati, menjelaskan bahwa USG perut adalah pemeriksaan penunjang lini pertama untuk mendiagnosa. Menurutnya, sebelum dilakukan USG perut atau USG Upper Lower Abdomen, pasien diharapkan mampu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan lokasi nyeri secara tepat kepada tenaga medis.
“Kami mohon kepada pasien untuk terbuka dan menjelaskan keluhan secara spesifik ketika paramedik melakukan anamnesis. Keterbukaan ini sangat penting agar proses diagnosa benar-benar akurat.” jelasnya.
Bagi mahasiswa atau anak kos yang tinggal sendiri, Novianto menyarankan penanganan mandiri awal ketika merasakan nyeri di perut dengan mengonsumsi obat-obatan yang tersedia di toko terdekat. Jika nyeri tersebut bersifat repetitif, ia mengingatkan adanya kemungkinan gejala terkait dengan siklus menstruasi. “Untuk mengetahui titik nyeri secara akurat, perlu pemeriksaan lebih lanjut melalui USG agar dapat teridentifikasi,” ungkapnya.
Ia menuturkan pemeriksaan USG perut sebaiknya dilakukan secara berkala meski tanpa adanya gejala yang dirasakan. Ia menyarankan pemeriksaan minimal setahun sekali untuk memantau kondisi organ dalam.