Yogyakarta, IDN Times - Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) masih diperlukan, meski Mendikbudristek Nadiem Makarim memintanya agar dihapus karena membebani siswa.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Nadiem Minta Dihapus, Pemda dan DPRD DIY Sepakat ASPD Dipertahankan

Ilustrasi Pendidikan (IDN Times/Arief Rahmat)
1. ASPD sebagai instrumen ukur
Kepala Dispora Pemda DIY. Didik Wardaya / website UNY
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya menekankan, ASPD berbeda dengan Ujian Nasional dan bukan penentu kelulusan siswa. ASPD dianggap sebagai instrumen ukur untuk melihat peta mutu pendidikan melalui kualitas lulusan peserta didik di jenjang SMP/MTs.
Kata Didik, ASPD sebagai alat seleksi atau syarat peserta PPDB jenjang SMA/SMK negeri di DIY. Hal ini menimbang standarisasi penentuan nilai rapor tiap sekolah jenjang SMP yang berbeda.
"ASPD itu kita gunakan untuk memetakan kualitas pendidikan di DIY. Seluruh DIY itu seperti apa, sehingga kita bisa melakukan strategi perbaikan," ujar Didik, Kamis (8/6/2023).
2. Zonasi saja dianggap tak adil
Ilustrasi Pendidikan (IDN Times/Arief Rahmat)
Bagi pemda, ASPD masih dibutuhkan di DIY karena penerapan sistem zonasi semata untuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, dinilai hanya menciptakan ketidakadilan bagi para siswa. Diterapkannya ASPD menurutnys untuk pemerataan pendidikan di DIY.
"Kalau kita menggunakan zonasi, hanya menggunakan jarak yang dekat sekolah yang diterima terlebih dahulu, itu menjadi tidak adil. Letak geografis sekolah di DIY ini tidak merata," papar Didik.
"Jadi, ada yang orang dari lahir tinggalnya jauh dari sekolah. Sampai kapan pun kalau (hanya zonasi) ini akan sulit untuk diterima," sambungnya.
3. Klaim sejalan namun tetap evaluasi agar sejalan dengan saran Mendikbudristek
Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Wayan Antara)
Didik menegaskan ASPD tidak bertentangan dengan Kurikulum Merdeka Belajar, pihaknya tetap akan mengevaluasi penerapannya sesuai saran Mendikbudristek.
"Bukan tidak sinkron, yang melaksanakan ASPD kan tinggal Jogja saja. Artinya Jogja saja yang melaksanakan itu. Bukan permasalahan tidak sinkron, soal-soal ASPD kita basisnya juga literasi kok," pungkas Didik.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana melihat ASPD tidak bertentangan dengan Kurikulum Merdeka Belajar. Sebaliknya, ASPD ini merupakan kebijakan atau kreativitas lokal DIY yang masih peduli pada pendidikan.
Huda pun tidak mempermasalahkan evaluasi ASPD oleh Mendikbudristek itu, tapi baginya pemerataan kualitas pendidikan tetap substansial.
"Silakan Pak Menteri evaluasi keseluruhan kualitas pendidikan di DIY dibandingkan nasional. Saya yakin DIY akan jauh di atas rata-rata nasional di berbagai aspek," kata Huda belum lama ini.
4. Nadiem nilai ASPD membebani siswa
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam acara kerjasama Kemendikbud dengan Netflix (Dok.IDN Times/Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Sebelumnya, Nadiem Makarim meminta Pemda DIY mengevaluasi penerapan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD). ASPD dianggapnya masih merupakan kurikulum lama yang kurang sinkron terhadap Kurikulum Merdeka dan lebih baik jika ditiadakan.Nadiem juga menilai ASPD di Jogja membebani siswa
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Nadiem Evaluasi ASPD Jogja, Dinilai Kurang Sinkron Kurikulum Merdeka29 Mei 2023, 21:33 WIB
- Murid SMPN 8 Yogyakarta Raih Nilai Tertinggi ASPD Provinsi DIY08 Jun 2023, 19:27 WIB
Editorial Team
EditorFebriana Sintasari
Related Article
Polda DIY Ungkap Kesamaan Ciri Perusak Perlintasan KA dan Atribut Bendera 11 Agu 2026, 19:10 WIB
KA Bandara YIA Angkut 1,56 Juta Penumpang hingga Juli 2026. Ada 50 Perjalanan11 Agu 2026, 17:04 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca di Jogja 11 Agustus, Cerah Berawan 11 Agu 2026, 09:28 WIB
Jutaan Anak Muda Nganggur, Guru Besar UGM Desak Reorientasi Pendidikan10 Agu 2026, 20:49 WIB
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Kategori Awas10 Agu 2026, 18:37 WIB
Mabuk, Seorang Pria Rusak Palang Pintu Perlintasan KA Banyuraden10 Agu 2026, 17:18 WIB
FKG UGM Soroti Dokter Gigi Melimpah, 26 Persen Puskesmas Kurang Nakes 10 Agu 2026, 16:54 WIB
Harga Telur Anjlok, Peternak Bagikan Ribuan Ekor Ayam di Malioboro10 Agu 2026, 16:37 WIB
8 Cara Komunikasi Orang Selingkuh yang Gak Disangka-sangka10 Agu 2026, 15:00 WIB
Fenomena Udara Kabur Terjadi di Jogja 10 Agustus Pagi dan Dini Hari 10 Agu 2026, 08:04 WIB
Tembok Pembatas Roboh Timpa Peserta Jalan Sehat di Sleman, 10 Orang Luka09 Agu 2026, 16:27 WIB
Film Dan Bandung Adaptasi Novel Pidi Baiq Ditayangkan Spesial di Jogja09 Agu 2026, 11:04 WIB
Pria di Bantul Ketahuan Warga Simpan Sabu di Dalam Bungkus Kopi09 Agu 2026, 10:34 WIB
Jardine Foundation Perluas Beasiswa Hingga S2 di UGM dan ITB09 Agu 2026, 10:25 WIB
Bawa Kabur Motor Warga Pundong Bantul, Pelaku Diciduk Saat COD09 Agu 2026, 10:03 WIB
Cuaca DIY 9 Agustus 2026 Berawan, Potensi Kabut saat Dini Hari09 Agu 2026, 08:15 WIB
Nurul Atik Rilis Lagu Terpodal-Padel, Anthem Baru untuk Pencinta Padel09 Agu 2026, 06:30 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Wilayah Jogja 8 Agustus Berawan 08 Agu 2026, 09:57 WIB
Buntut Komentar Pasien BPJS di Medsos, UGM Nonaktifkan Dokter PPDS 08 Agu 2026, 09:28 WIB
Sri Sultan Bicara Pagar Tinggi di Mal, Pemerintah Wajib Jamin Warga Aman08 Agu 2026, 07:59 WIB