Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Akhyar (dok. Kemenag)
Hasan Basri, Koordinator Mubes Nahdliyin Nusantara, sementara itu menegaskan jika forum kali ini bukan dimaksudkan untuk mendorong penyelesaian masalah melalui Muktamar Luar Biasa (MLB). Hasan menekankan, tidak pernah ada MLB dalam sejarah NU. Nahdliyin Nusantara lebih berharap uluran tangan para kiai sepuh dalam penyelesaian masalah ini.
"Kalau percepatan muktamar mungkin preseden-presedennya yang enggak ada. Tetapi itu yang kami harapkan agar terjadi apa, islah internal melalui mekanisme internal, yang paling mungkin melakukannya adalah kiai-kiai sepuh," ujar Hasan.
Salah satu pendiri Ponpes Bumi Cendekia, Nur Kholik Ridwan berharap konflik internal yang terjadi dapat segera terselesaikan. Menurutnya, sikap saling menegasikan akan terus mengemuka apabila kedua belah pihak tak lekas bertabayyun.
"Kalau silaturahmi dilakukan, tabayyun dilakukan tapi tidak ada sikap untuk tolong-menolong, kemampuan atau kemauan untuk melakukan saling tolong-menolong, ya akan terjadi saling menegasikan," cetusnya.
Infografis Ribut Tambang Buat Kursi Ketum PBNU Gus Yahya Digoyang (IDN Times/Mardya Shakti)
Infografis Ribut Tambang Buat Kursi Ketum PBNU Gus Yahya Digoyang (IDN Times/Mardya Shakti)