Jakirman, balon lurah Gadingsari, Kapanewon Sanden, yang lolos seleksi. (Dok. Istimewa)
Sementara, balon lurah Bangunharjo, Sewon, yang lolos seleksi, Sri Katon, mengapresiasi panitia Pilur Bangunharjo dan semua pihak sehingga pelaksanaan seleksi bacalon lurah berjalan dengan lancar.
"Pesan saya kepada masyarakat Bangunharjo, jangan sampai pilur ini menjadikan masyarakat terpecah namun pesta demokrasi ini disambut dengan suka cita. Dan tentunya jangan memilih kucing dalam karung, pilihlah calon pemimpin yang berpihak kepada masyarakat Bangunharjo dan sudah terbukti bukan hanya janji-janji politik saja," ucapnya.
Terkait adanya pasutri yang lolos seleksi balon lurah Kalurahan Bangunharjo yang bukan warga Bangunharjo, Sri Katon menegaskan bahwa aturan tidak melarang warga luar Bangunharjo untuk maju menjadi pemimpin.
"Namun sekali lagi, jangan pilih kucing dalam karung. Pilihlah calon pemimpin Bangunharjo yang punya komitmen untuk mensejahterakan masyarakat Bangunharjo dan bukan hanya janji politik saja," tegasnya.
Sedangkan bakal calon lurah Gadingsari, Sanden, yang lolos seleksi, Jakirman, mengapresiasi panitia Pilur Gadingsari dan APMD Yogyakarta serta pihak terkait lainnya yang transparan, akuntabel, dan netral sehingga pelaksanaan seleksi berjalan dengan lancar.
"Setelah tahapan seleksi yang dilanjutkan dengan penetapan balon lurah menjadi calon lurah serta pengundian nomor urut, saya berharap semoga dalam Pemilihan Lurah berjalan lancar dan tertib dan tanpa campur tangan pihak mana pun, transparan tidak ada sogok menyogok. Sehingga Pilur Gadingsari bebas dari politik uang," katanya.
Jakirman mengatakan, tanpa money politik, masyarakat Gadingsari dapat memilih dengan hati nuraninya..
"Sekali lagi, Gadingsari jangan dijual. Bebas money politik. Isya Allah ketika diberi mandat masyarakat Gadingsari maka saya akan berusaha Gadingsari akan lebih baik, lebih maju lagi. Semoga pilur Gadingsari sukses," tandasnya.