Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lintasi Jogja, Mudik Gratis BUMN 2026 Atasi Bahaya Mudik dengan Motor
Ilustrasi - Pelepasan peserta arus balik gratis di Terminal Giwangan Yogyakarta, Senin (15/4/2024). (Dok. Istimewa)
  • Menko PMK memproyeksikan 155 juta pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2026, dengan sepeda motor menjadi penyumbang utama kecelakaan hingga 75,9 persen dari total insiden.
  • BRI bersama BP BUMN meluncurkan program ‘Mudik Aman Berbagi Harapan’ dengan menyediakan bus gratis untuk mengalihkan pemudik dari kendaraan roda dua ke transportasi massal yang lebih aman.
  • Sebanyak 175 bus disiapkan BRI untuk rute Jawa dan Sumatera, dilengkapi protokol keselamatan ketat guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung lancar dan menekan risiko kecelakaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Musim mudik Lebaran selalu diwarnai dengan lonjakan mobilitas yang masif. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, usai rapat koordinasi persiapan mudik Lebaran 2026 Rabu (11/03/2026), memproyeksikan pergerakan masyarakat menembus angka ekstrem di kisaran 155 juta pergerakan. Tingginya volume mobilitas ini membawa ancaman keselamatan yang fatal di jalan raya, khususnya bagi masyarakat yang menempuh perjalanan antarkota menggunakan kendaraan roda dua.

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2022 hingga 2025 yang diakses dari pusiknas.polri.go.id, sebanyak 75,9 persen insiden kecelakaan mudik dialami oleh pengguna sepeda motor. Dominasi angka tersebut menegaskan bahwa sepeda motor masih menjadi penyumbang terbesar tragedi di jalan raya selama arus mudik berlangsung.

1. BUMN gelar ‘Mudik Aman Berbagi Harapan’

BRI berkolaborasi dengan Badan Pengaturan (BP) BUMN mengadakan Mudik Gratis BUMN 2026 dengan tema ‘Mudik Aman Berbagi Harapan’, di mana BRI menyediakan 100 unit bus bagi 5.000 pemudik yang akan melakukan perjalanan dengan rute Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Wonogiri, Jakarta–Surabaya. (Dok. BRI)

Merespons krisis keselamatan transportasi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang tergabung dalam ekosistem Danantara mengambil langkah intervensi strategis. Perseroan mengerahkan armada bus gratis untuk mengalihkan ribuan pemudik dari atas jok sepeda motor ke moda transportasi massal yang jauh lebih aman.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa program kolaborasi bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN yang bertajuk ‘Mudik Aman Berbagi Harapan’ ini didesain secara spesifik untuk memecah kepadatan dan menekan risiko hilangnya nyawa. Melalui penyediaan fasilitas bus gratis, BRI berharap dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya sekaligus menekan risiko kecelakaan selama periode libur Lebaran 2026.

"Program ini ditujukan untuk mendukung perjalanan aman dan nyaman sampai ke tujuan," ungkap Dhanny di melalui keterangan pers yang diterima IDN Times Kamis (12/03/2026).

2. BRI sediakan 175 bus gratis

Infografis progam mudik gratis BRI, data: BRI (. Teknologi Artificial Intelligence (AI) hanya digunakan secara terbatas pada infografis ini)

Program mudik gratis ini dilakukan dengan pemetaan rute yang menyasar wilayah-wilayah penyumbang arus mudik terbesar. Secara keseluruhan, BRI menyediakan 175 unit bus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 armada dialokasikan khusus untuk mengangkut 5.000 pemudik dari Jakarta menuju jalur-jalur rawan lelah di Pulau Jawa, yang meliputi rute Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Wonogiri, dan Jakarta–Surabaya.

Tidak hanya memitigasi risiko di Tol Trans Jawa, BRI juga menaruh perhatian besar pada arus Lintas Sumatera dengan mengalokasikan 75 unit bus bagi pemudik yang akan kembali ke wilayah Padang, Sumatera Barat. Jalur lintas pulau ini dikenal memiliki medan yang menuntut durasi mengemudi yang panjang, sehingga peralihan dari kendaraan pribadi ke bus berstandar tinggi menjadi langkah yang krusial.

3. Demi keselamatan pemudik

ilustrasi mudik (commons.wikimedia.org/mochamad rachmat)

Manajemen BRI menjamin bahwa seluruh keberangkatan diawasi melalui serangkaian protokol keselamatan operasional kendaraan penumpang. "Mulai dari kelayakan armada, kesiapan pengemudi, hingga koordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian dari persiapan matang yang dilakukan BRI demi memastikan perjalanan para pemudik berlangsung lancar," imbuh Dhanny.

Melalui penyediaan transportasi massal gratis yang ketat dari segi keamanan ini, ketergantungan masyarakat pada sepeda motor untuk pulang kampung diharapkan dapat berkurang. Hal ini pada akhirnya akan memastikan para pemudik dapat tiba dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta dengan nyaman dan selamat.

Editorial Team