Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Limbah Alam Disulap Jadi Produk Kerajinan hingga Tembus Pasar Eropa
Produksi produk dari PT Indo Risakti. (Dok. Istimewa)
  • PT Indo Risakti mengubah limbah alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang menjadi produk kerajinan bernilai tinggi yang berhasil menembus pasar ekspor Eropa.

  • Melalui dukungan Kemenperin, pelatihan perajin lokal dilakukan hingga ke desa-desa untuk memberdayakan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam produksi kerajinan berorientasi ekspor.

  • Pemerintah mendorong keberhasilan PT Indo Risakti sebagai inspirasi bagi IKM lain agar meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar internasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times – Bahan-bahan yang selama ini dianggap limbah seperti eceng gondok dan pelepah pisang ternyata dapat memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui kreativitas industri kecil dan menengah (IKM), material yang kerap terbuang itu kini diolah menjadi produk kerajinan bernilai tambah hingga mampu menembus pasar ekspor.

Direktur PT Indo Risakti, Riris Simanjuntak mengatakan pemanfaatan bahan-bahan alami yang tidak terpakai menjadi salah satu kekuatan produk kerajinan PT Indo Risakti di pasar global. Menurutnya, pemanfaatan eceng gondok tidak hanya menciptakan produk yang memiliki nilai estetika, tetapi juga membantu mengatasi persoalan lingkungan, terutama di perairan.

“Paling banyak kita selalu pakai yang material terbuang gitu. Seperti eceng gondok, pelepah pisang, itu kan sebenarnya tidak dipakai ya, dibuang. Memang isu itu yang kami bawa, supaya bisa ke dunia ekspor,” ucap Riris, Selasa (10/3/2026).

1. Dari produk tak bernilai hingga tembus Eropa

Pelepasan ekspor produk dari PT Indo Risakti. (Dok. Istimewa)

Riris menilai pembeli dari luar negeri menyukai pemanfaatan barang-barang yang sebelumnya tidak bernilai, menjadi sebuah karya yang bernilai tinggi. “Dunia luar lebih menghargai, apalagi kita bisa membuat karya dari material yang dibuang. Itu bukan hanya berfungsi, tapi juga indah,” ungkap Riris.

Menembus pasar Eropa seperti Prancis dan Inggris bukan hal yang mudah. Keyakinan pembeli menjadi bagian yang penting. Untuk itu, Riris mengungkapkan untuk meyakinkan para pembeli, produk-produknya juga dibalut dengan storytelling.

“Dengan storytelling yang benar, dalam artian kami benar melakukannya. Tidak hanya membungkusnya dengan cerita yang apik, tapi juga melakukannya dari setiap cerita yang ada,” kata Riris.

2. Pengembangan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat

Produksi produk dari PT Indo Risakti. (Dok. Istimewa)

Riris juga menilai capaian produknya hingga tembus pasar ekspor buah dari keikutsertaan yang difasilitasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin). “Ikut Ambiente selama tiga tahun dari 2023 sampai 2025, dan sekarang sudah membuahkan ekspor ke Prancis dan London,” kata Reni.

Selain menghasilkan produk ekspor, industri kerajinan ini juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Banyak perajin yang dilibatkan dalam proses produksi, termasuk ibu-ibu rumah tangga di berbagai daerah.

Melalui pelatihan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas terkait, para perajin diajarkan mengolah bahan alami menjadi produk bernilai ekonomi. Program pelatihan bahkan dilakukan dari desa ke desa, termasuk di wilayah Gunungkidul.

“Jadi kami juga mengajarkan ke para perajin, terutama ibu-ibu. Karena kalau ibunya yang menghasilkan, biasanya anak-anak pasti makan. Jadi ekonomi keluarga juga ikut berputar,” ujarnya.

Untuk distribusi ekspor, produk kerajinan tersebut dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, sebelum menuju berbagai negara tujuan. Dalam satu kontainer, sekitar 1.500 produk dapat dikirim ke pasar internasional. Dalam hitungan bulan sendiri, biasanya produksi bisa mencapai 6 kontainer.

3. Dukung pengembangan IKM

ilustrasi ekspor (IDN Times/Arief Rahmat)

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Reni Yanita mengharapkan keberhasilan PT Indo Risakti dapat menjadi inspirasi bagi pelaku IKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk. “Juga memperluas pasar hingga ke tingkat internasional,” ungkap Reni.

Reni mengatakan pemerintah selama ini juga berupaya mengambil peran untuk memperkuat program pendampingan IKM. Diharapkan dengan begitu, semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar global, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Editorial Team