Bantul, IDN Times - Kelangkaan hand sanitizer di berbagai apotek dan toko-toko mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk memproduksi hand sanitizer sendiri. Hand sanitizer tersebut digunakan untuk kebutuhan aktivitas internal sivitas akademika UMY.
Langka dan Mahal, UMY Produksi Hand Sanitizer untuk Kebutuhan Internal

1. Produksi sendiri hand sanitizer sebagai upaya mencegah penularan COVID-19 di kampus
Dr Suryo Pratolo, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Keuangan UMY, mengatakan produk hand sanitizer dari UMY ini diproduksi sebagai upaya prenventif menghadapi pandemi COVID-19.
"Hand sanitizer nantinya akan didistribusikan secara internal sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika UMY," katanya, Senin (23/2).
2. Akan tetap digunakan seterusnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan
Hand sanitizer yang diproduksi oleh UMY tidak digunakan saat pandemi COVID-19 saja, namun akan digunakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kampus.
"Jadi tidak hanya untuk kebutuhan saat pandemi COVID-19 namun untuk kebutuhan ke depan agar kampus selalu terjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan," ungkapnya.
3. Awalnya produksi hand sanitizer untuk memenuhi kebutuhan FKIK
Sementara Kepala Prodi Farmasi FKIK UMY, Sabtanti Harimurti mengatakan pembuatan hand sanitizer dilakukan tepatnya 2 minggu yang lalu ketika COVID-19 mulai merebak di Yogyakarta dan Solo dan sudah ada pasien dinyatakan positif COVID-19.
"Kita ingin membantu UMY dalam rangka mengurangi penularan COVID-19 di lingkungan kampus UMY," katanya.
Awalnya hand sanitizer dibuat untuk memenuhi kebutuhan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) saja. Namun, karena semua pihak mendukung maka akhirnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan civitas akademika UMY.
"Tanggung jawab kami sebagai tenaga kesehatan adalah wajib bergerak untuk menjaga kesehatan masyarakat khususnya UMY," tuturnya.