Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Baru 1,18 Hari
Ilustrasi objek wisata pantai.(IDN Times/Daruwaskita)

Gunungkidul, IDN Times - ‎Lama tinggal wisatawan atau Length Of Stay (LOS) saat ini di Gunungkidul mencapai 1,18 hari. LOS itu sudah bertambah jika dibandingkan dengan triwulan kedua tahun 2022 di mana lama tinggal wisatawan hanya sekitar 0,91 hari.

"Untuk bulan Juli 2022 ini lama tinggal wisatawan di Gunungkidul sudah meningkat menjadi 1,18 hari," kata‎ Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian, Selasa (16/8/2022).

1. Kunjungan wisatawan masih fluktuatif‎

Ilustrasi bus wisata ke Pantai Depok. (IDN Times/Daruwaskita)

Arif Aldian mengatakan meski lama tinggal wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul masih kurang dari dua hari, hal itu dinilai sudah positif. Pasalnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bumi Handayani masih fluktuatif.

"Ya cukup baik, apalagi saat ini masih pandemi dan sektor pariwisata sedang dalam masa pemulihan," ujarnya.

2. Butuh waktu agar wisatawan tinggal lebih lama‎

Ilustrasi wisatawan di pantai. (IDN Times/Daruwaskita)

Menurut Arif Aldian, diperlukan waktu untuk pemulihan kunjungan wisatawan sehingga lama tinggal wisatawan bisa lebih panjang.

"Jadi masih butuh waktu agar wisatawan lebih lama tinggal di Gunungkidul, namun kondisi saat ini sudah semakin membaik," ucapnya.

Lebih jauh Arif mengatakan kunjungan wisatawan pada bulan Agustus mencapai 2.010.266 orang. Pihaknya akan berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Gunungkidul dengan menggencarkan promosi hingga menggandeng pelaku wisata di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kita akan menggandeng biro perjalanan untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul," ungkapnya.

3. Berharap kunjungan wisatawan akan pulih tahun 2022 ini‎

Suasana Pelabuhan Sadeng Gunungkidul.(Daruwaskita)

Salah seorang pelaku wisata di Gunungkidul, Putratama mengatakan kunjungan wisata mulai meningkat sejak pemerintah melonggarkan pembatasan sejak akhir tahun 2021 yang lalu.

"Sudah mulai meningkat, ada juga yang sudah menginap di home stay. Saya berharap tahun ini kunjungan wisata kembali normal seperti sebelum pandemi," ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team