Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi senjata tajam. (Pixabay/Niek Verlaan)
Ilustrasi senjata tajam. (Pixabay/Niek Verlaan)

Intinya sih...

  • Pelaku mendatangi korban dan mengayunkan senjata tajam

  • Korban mendapatkan 21 jahitan di bagian punggung

  • Motif penganiayaan masih didalami penyidik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

‎Bantul, IDN Times - AL (27) warga Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, menjadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK) saat ia sedang duduk santai di teras rumah pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 21.45 WIB. Akibat kejadian itu, korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

‎Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto, mengatakan kejadian itu berawal saat korban bersama saksi YM (20) sedang duduk-duduk santai di teras rumah saksi YM sekitar pukul 21.45 WIB.

‎"Tiba-tiba datang sepeda motor yang berboncengan dan berhenti di jalan," katanya, Kamis (15/1/2026).

1. Pelaku mendatangi korban dan mengayunkan senjata tajam

‎Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto. (IDN Times/Daruwaskita)

‎Rita melanjutkan, salah satu orang yang berboncengan turun dari sepeda motor dan berjalan mendekati korban. Orang tersebut tiba-tiba mengayunkan senjata tajam ke arah korban hingga mengenai badan korban.

‎"Setelah itu pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian perkara kabur menggunakan sepeda motor," ucapnya.

2. Korban mendapatkan 21 jahitan di bagian punggung

Polisi datangi TKP penganiayaan di Sedayu Bantul. (Dok. Polres Bantul)

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian punggung hingga harus mendapatkan 21 jahitan. Pelaku adalah seorang laki-laki dengan ciri-ciri mengenakan celana panjang dan jaket bertutup kepala (hoodie), dengan wajah tertutup. Atas peristiwa itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sedayu.

‎"Penyidik saat ini masih mendalami laporan dari korban dan telah melakukan tempat kejadian perkara," tandasnya.

3. Motif penganiayaan masih didalami penyidik

‎Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto.(Dok.Polres Bantul)

Saat ditanya terkait motif penganiayaan yang dialami korban, Rita menyampaikan penyidik masih melakukan pendalaman. Namun, pelaku diduga kuat telah mengenal korban karena menggunakan jaket bertutup kepala (hoodie) dan penutup wajah.

"Pelaku tidak ingin dikenal korban sehingga menggunakan pakaian yang sulit dikenali oleh korban ataupun saksi," ucapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team