KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Lebih jauh, Dudung menjelaskan jika TNI AD sebelumnya juga sudah secara masif melakukan kegiatan bersama masyarakat, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan dan desa-desa untuk bersama-sama menanam pohon kelor yang berprotein tinggi serta memberikan bantuan makanan kepada keluarga berisiko stunting.
Dengan segala upaya pemerintah dan segenap dukungan instansi lain, termasuk TNI maka Dudung optimistis target penurunan stunting 14 persen di tahun 2024 akan terpenuhi. Bahkan bukan tidak mungkin angka stunting turun hingga 10 persen dalam 2 tahun ke depan.
"Ini yang kita harapkan dan kami mengajak seluruh masyarakat mari kita bergotong royong menuntaskan masalah ini. Karena TNI Angkatan Darat tidak sanggup sendiri, harus bekerjasama dengan elemen-elemen yang kompeten terkait masalah ini," kata dia.
Pengukuhan KSAD Jenderal Dudung yang bertepatan dengan Harganas juga diikuti secara daring dan langsung oleh Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko.
Moeldoko menyambut baik program Bapak Asuh Anak Stunting dan mengapresiasi pengukuhan Jenderal Dudung menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting.
Dalam momen ini, Moeldoko dan Dudung berdialog dengan keluarga stunting dari seluruh Indonesia.
"Ke depan kompetisi global yang luar biasa, kalau SDM-nya tidak baik maka tidak akan bisa bersaing. Oleh sebab itu kita wajib menyiapkan generasi terbaik itu dimulai dari sekarang. Saya siap menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di bawah asuhannya Pak (Hasto) Wardoyo," ujar Moeldoko.