Ilustrasi ternak sapi di kandang kelompok.(IDN Times/Daruwaskita)
Menurut Rejo, aksi mogok menyembelih sapi ini sebagai dampak penutupan sejumlah pasar hewan di wilayah DIY dan Jawa Tengah yang menyebabkan pasokan sapi untuk disembelih sangat minim bahkan tidak ada.
"Selama ini kita mengandalkan sapi untuk dipotong dari sejumlah pasar hewan yang saat ini ditutup seperti pasar hewan Siyono, Munggi di Gunungkidul, pasar hewan Prambanan di Sleman dan pasar hewan di Muntilan, Jawa Tengah. Itu pasar hewan yang cukup besar dan menyuplai sapi-sapi untuk disembelih di Yogyakarta maupun Jawa Tengah," tuturnya.
"Kita itu sehari memotong 52 ekor sapi dan jumlah ini tidak mungkin mampu dipasok oleh pasar hewan yang saat ini masih buka karena pasar hewan yang skalanya kecil," tambahnya lagi.
Lebih jauh, Rejo juga memastikan bahwa selama pasar hewan masih ditutup maka KPDSDS akan melanjutkan mogok memotong sapi hingga pasar hewan dibuka kembali. Bahkan, ia mengaku pedagang daging sapi di Boyolali, Jawa Tengah, juga akan ikut mogok potong sapi.
"Kalau harga sapi tinggi, kami masih bisa motong namun kalau tidak ada sapi yang dipotong, terus mau motong apa?" tuturnya.