Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
MBG di SMAN 1 Yogyakarta.
Ilustrasi wadah MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Intinya sih...

  • Sebanyak 102 orang alami gejala keracunan setelah makan MBG

  • Operasional SPPG Kaliagung dihentikan sementara sebagai langkah preventif

  • BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di SPPG Kaliagung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kulon Progo, IDN Times - Penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengalami keracunan di wilayah Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (20/1/2026), mencapai ratusan orang.

Beberapa dilaporkan menunjukkan gejala keracunan mulai dari ringan hingga sedang diduga imbas mengonsumsi hidangan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliagung.

1. Sebanyak 102 orang alami gejala

ilustrasi anak sakit kepala (unplash.com/Ozkan Guner)

Berdasarkan keterangan Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY, tercatat 12 orang atau penerima manfaat menjalani perawatan inap dan 90 lainnya merasa bergejala ringan.

Seluruh perkembangan dipantau secara intensif lewat koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan dan pihak terkait.

2. Setop operasinal SPPG Kaliagung

Ilustrasi dapur MBG (IDN Times/Indah Permata Sari)

Koordinator Regional DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa BGN telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG atau dapur MBG Kaliagung.

Kata Gagat, ini merupakan wujud tanggung jawab dan langkah preventif untuk memastikan keamanan serta keselamatan penerima manfaat.

Menurut Gagat, pihaknya telah berkoordinasi dengan BGN Pusat serta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Koordinator Wilayah (Korwil) demi memastikan penanganan kejadian berjalan terpadu, cepat, dan sesuai kewenangan masing-masing.

"BGN berkomitmen penuh untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di SPPG Kaliagung. Kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. SPPG pasti akan dievaluasi secara serius sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku," kata Gagat dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

3. Evaluasi pelaksanaan MBG

ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Lebih jauh, BGN memastikan bahwa proses evaluasi akan mencakup seluruh aspek pelaksanaan, mulai dari penerapan standar operasional prosedur, pengelolaan pangan, hingga sistem pengawasan.

Gagat berujar, hasil evaluasi itu akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan sebelum operasional SPPG dapat kembali dijalankan.

Terakhir, BGN mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kejadian ini kepada pihak berwenang. Disebutkan jika keselamatan dan kesehatan penerima manfaat merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.

Editorial Team