Tim relawan PMI Gunungkidul memakamkan jenazah pada masa pandemi. Dokumentasi PMI Gunungkidul
Tahapan persiapan tim, proses penguburan, hingga usai diupayakan diperhatikan benar oleh tim. Mereka tak ingin ada kesalahan prosedur yang justru bisa membahayakan kesehatannya.
Tahap pertama adalah persiapan. Mulai dari persiapan diri hingga peralatan yang dibawa. Persiapan diri seperti pemakaian APD secara lengkap. Anggota tim dipersilakan makan, minum, juga ke kamar mandi terlebih dulu sebelum mengenakan APD.
“Kalau pakai APD kan, merokok pun enggak boleh,” kata Triyono.
Peralatan yang dibawa seperti tali tambang untuk menurunkan peti jenazah dan tangki berisi disinfektan.
Tahap kedua adalah penguburan. Sebelum jenazah dikuburkan, mobil pembawa jenazah terlebih dulu disemprot dengan cairan disinfektan.
“Sebelum peti jenazah disentuh, disemprot juga,” kata Triyono.
Termasuk ketika liang kubur masih kosong, setelah peti diturunkan, hingga tanah diurug juga disemprot disinfektan saban tahapannya. Sebelum meninggalkan kuburan, tak boleh ada sampah yang ditinggalkan. Semua dikumpulkan dan dibawa ke mako.
“Pokoknya jangan pegang muka. Dan tak boleh buka APD sebelum sampai mako,” kata Triyono.
Di mako, ada ruang khusus untuk melepas APD dan memusnahkannya karena termasuk limbah infeksius. Sebagai orang yang diberi tanggung jawab, Triyono memperhatikan betul bagaimana tiap-tiap anggotanya melepas APD dengan urutan dan cara yang benar.
“Kalau enggak diawasi, takutnya salah. Jangan-jangan ada virus yang nularin temannya. Kan repot,” kata Triyono.
Kemudian satu per satu anggota mandi bersih. Usai itu, mereka masih menjaga jarak dari teman-teman lain di luar tim pemakaman. Lantaran halaman mako yang sempit, tim pun memilih berkumpul di jalan depan mako.
“Ya nongkrong, ngopi. Satu jam kemudian baru berinteraksi dengan teman lainnya,” kata Triyono.
Sampai di rumah, mereka mandi lagi sebelum berkumpul bersama keluarga. Antisipasi penularan lainnya, baju yang dikenakan dari rumah berbeda dengan baju yang dikenakan ketika di mako. Triyono misalnya, berangkat ke mako dengan bercelana pendek. Sampai di kantor berganti baju dinas yang tak dibawa pulang.
“Baju yang dipakai di kantor ya dicuci di kantor,” kata Triyono.
Mereka juga rutin minum vitamin, olah raga lari pagi, dan menjalani pemeriksaan medis.