Sleman, IDN Times – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto mendapat teror usai melayangkan surat ke UNICEF berisi kritik pada Presiden Prabowo Subianto atas tragedi meninggalnya YBS, seorang anak di NTT. Tiyo mendapat ancaman penculikan, hingga sempat dikuntit orang tidak dikenal.
“Setelah kami mengirimkan surat tersebut, muncul respons publik yang luar biasa. Ternyata respons publik yang luar biasa dan cenderung positif karena merasa terwakili itu tidak hanya berdiri sendiri, tapi juga diiringi oleh semacam teror. Teror ini adalah bahasa kekuasaan yang gagal menjelaskan pikirannya,” ungkap Tiyo, di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026).
