Tangkapan layar dari monitoring titik panas di Provinsi Riau (IDN Times/ dok BMKG)
Raja Juli menggambarkan bahwa Riau tengah melalui masa kritis. Dia meminta kerja sama seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan perkebunan guna mencegah situasi berubah bertambah buruk.
"Karena sekali lagi, kita terutama di Riau menghadapi masa yang sangat kritis, masa yang sudah diberi peringatan oleh Kepala BMKG," katanya.
Di samping itu, kata Raja Juli, kemeteriannya telah menjalin koordinasi antarinstansi, termasuk bersam TNI, Polri, dan BNPB untuk penanganan kejadian karhutla.
"Ibu Kepala BMKG (Dwikorita Karnawati), hari ini berangkat ke Riau. Dari hari Minggu, Dirjen Gakkum yang memiliki tanggung jawab terhadap persoalan Karhutla sudah saya kirim ke Riau. Pak Wamen kemarin juga langsung memimpin penanggulangan Karhutla di Riau," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama Wakil Menteri Kehutanan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup serta pejabat pusat dan daerah setempat melihat luasan lahan dan hutan yang mengalami kebakaran melalui udara, Senin (21/7/2025).
Suharyanto menyampaikan hingga 20 Juli 2025, seluruh kabupaten dan kota yang berada di Provinsi Riau mengalami kebakaran lahan dan hutan.
“Paling besar Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kampar,” kata Suharyanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7/2025).
Suharyanto menjelaskan kondisi kebakaran yang terjadi membuat BNPB meminta Pemerintah Provinsi Riau secepatnya menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran lahan dan hutan.
Suharyanto mengungkap pengendalian kebakaran hutan tidak hanya dengan melakukan pemadaman, tetapi juga melihat indikasi lain penyebab kebakaran seperti pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja.
“Satgas hukum sudah bergerak, sudah ada yang tersangka sampai 16 orang. Jadi selain pemadaman, operasi penegakan hukum juga dilaksanakan sehingga semuanya sejalan dan terpadu,” ungkap Suharyanto.