Peluncuran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, DIY, Kamis (12/2/2026). (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Jogja Sportswear Show atau Sports Fair bakalan jadi pembeda untuk JFW tahun ini. Sesuai jadwal, ini akan jadi pra-acara yang dihelat pada Juni 2026.
"Saat ini lifestyle sedang gencar-gencarnya untuk berolahraga, ada lari, ada jalan, ada sepeda, bahkan ada padel nih sekarang baru viral," kata Yuna.
Adapun tujuan dari agenda ini adalah untuk memfasilitasi pelaku distro dan sablon yang punya target pasar berbeda dengan kegiatan utama di JFW 2026, serta memperluas pasar fashion yang tidak sekadar berorientasi pada estetika dan tren.
"Tetapi juga pada fungsi, performa, kenyamanan, serta gaya hidup aktif masyarakat urban dan komunitas olahraga," ujar Yuna.
Project Manager Jogja Fashion Week 2026, Aulia Sunhandika mengatakan, melalui Jogja Sportswear Show pihaknya mencoba lebih menyelaraskan gelaran JFW tahun ini dengan misi misi marketing dari para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ada di DIY.
IKM bakal punya ruang untuk mempresentasikan dan mempromosikan produk-produk olahraga milik mereka lewat wadah yang ada.
"Dengan Jogja Sportswear ini, kami mencoba mengakomodir, menggandeng rekan-rekan supplier, pengguna, distro untuk dapat bergabung, sehingga visi misi marketingnya terakomodir," katanya.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti sementara itu mengatakan, dengan perhelatan ikonik yang sudah punya tempat di dunia mode, JFW kini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat posisi Yogyakarta juga Indonesia dalam rantai pasok mode internasional.
Apalagi, event ini bukan sekadar gelaran fashion. Akan tetapi juga telah berinovasi melalui program-program integratif seperti business matching dan kompetisi desainer muda.
"Jadi pertumbuhan industri ini terus berkesinambungan, dari event ini tidak sekedar merayakan keindahan visual, tetapi juga memperkuat komunikasi ekonomi yang berkelanjutan bagi para pelaku kreatif," kata dia.