Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jenazah Praka Farizal Segera Diberangkatkan dari Turki
Atasan Praka Farizal, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahtera. (IDN TImes/Tunggul Damarjati)
  • Jenazah Praka Farizal, prajurit TNI yang gugur di Lebanon saat bertugas dalam misi PBB, sedang dipersiapkan untuk proses repatriasi dari Beirut menuju Indonesia.
  • Setelah tahapan repatriasi selesai, jenazah akan diterbangkan dari Istanbul bersama dua anggota TNI lain yang juga gugur, dengan perkiraan tiba di Indonesia pada hari Jumat.
  • Rencana pemulangan dapat berubah karena situasi konflik di Lebanon dan Timur Tengah yang masih dinamis serta memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait keamanan penerbangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kulon Progo, IDN Times - Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahtera, menyebut jenazah Praka Farizal yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) akan diterbangkan dari Turki. Jenazah Farizal akan diterbangkan bersamaan dengan dua jenazah anggota TNI lain yang gugur di Lebanon.

1. Mulai diberangkatkan ke Beirut

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera menuturkan, pihaknya telah mendapat informasi dari Force Commander atau Komandan Pasukan UNIFIL dan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Informasi menyebutkan jika jenazah Praka Farizal mulai hari ini, Kamis (2/4/2026) waktu setempat, dibawa ke rumah sakit utama di Beirut, Lebanon untuk selanjutnya dilaksanakan tahapan repatriasi.

"Di sana nanti akan ada finishing terakhir mekanisme repatriasi dari UN, dari PBB. Setelah itu, akan distandby-kan untuk menunggu pemberangkatan ke Indonesia," kata Dimar di rumah duka almarhum Praka Fariza, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Rabu (1/4/2026) malam.

2. Diterbangkan bersama dua jenazah anggota TNI lain

Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S untuk United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan (dok. Istimewa)

Dimar melanjutkan, setelah tahapan repatriasi selesai, jenazah Praka Farizal akan dibawa ke Istanbul, Turki. Dari sana, ia akan diterbangkan bersama dua jenazah anggota TNI lain yang gugur di Lebanon.

Keduanya adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan.

"Kemudian dari Turki, jenazah jadi satu, direct flight ke Soekarno-Hatta. Kurang lebih seperti itu," kata Dimar.

Perkiraan Dimar, ketiga jenazah bisa tiba hari Jumat waktu Indonesia apabila operasi pemberangkatan hari Kamis waktu Beirut dan penerbangan via Istanbul tidak terkendala.

"Di sana-sini (Lebanon-Indonesia) kan selisih perjalanan kan 10 jam, beda waktunya 5. Berarti kurang lebih mundurnya sampai di sini bisa 15 jam hitungannya," kata Dimar.

"Kalau misalkan dia berangkatnya (Kamis) pagi dari sana (Lebanon), itu berarti mudah-mudahan (tiga jenazah) di hari Jumatnya itu bisa sudah sampai di Indonesia," sambung dia.

3. Situasi dinamis, rencana bisa berubah

Selepas itu, menurut Dimar akan ada prosesi penghormatan kenegaraan di Jakarta sebelum nantinya jenazah prajurit TNI yang gugur diterbangkan ke daerah tempat masing-masing dimakamkan.

Hanya saja, Dimar menekankan, rencana ini bisa berubah tergantung situasi yang tengah berlangsung di Lebanon atau Timur Tengah.

"Karena situasi konflik, karena masih banyak tembakan, baik tembakan lintas datar maupun tembakan artileri, pesawat tempur juga banyak ya, sehingga memang situasinya sangat-sangat berisiko, berisiko. Sehingga pengaturan penerbangan dan lain semuanya kita harus menyampaikan ke pihak IDF, ke pihak dari pihak dalam Lebanon, Hizbullah, dan lain sebagainya," tutupnya.

Editorial Team