Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
  Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (19/2/2026)
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (19/2/2026). (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Intinya sih...

  • Jalur KA di Sumatra rusak parah akibat bencana tahun lalu, terutama di Sumatra Utara.

  • Perbaikan jalur kereta membutuhkan waktu panjang dan tidak akan selesai sebelum arus mudik dimulai.

  • Terminal di Sumatra juga terdampak, tapi pelabuhan dan bandara tetap aman untuk melayani arus Lebaran.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Kerusakan jalur kereta api di Sumatra akibat bencana akhir tahun lalu dipastikan belum pulih sebelum masa angkutan Lebaran 2026.

Kondisi ini membuat layanan perkeretaapian di wilayah tersebut belum bisa diandalkan untuk mendukung arus mudik.

1. Jalur KA di Sumatra rusak parah

Kereta Api wilayah Sumatera Utara (Dok. Tim KAI Divre I Sumut)

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menjelaskan, dampak bencana menyebabkan kerusakan cukup parah, salah satunya di Sumatra Utara (Sumut). Rel belum bisa digunakan karena komponen pentingnya hanyut terbawa arus.

"Jadi kami membutuhkan waktu untuk perbaikan," kata Dudy di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).

2. Penyelesaian perbaikan tak akan selesai hingga sebelum arus mudik

Ia menilai proses perbaikan membutuhkan waktu panjang karena tingkat kerusakan yang berat. Dengan kondisi tersebut, penyelesaiannya dipastikan belum dapat tercapai sebelum periode mudik dimulai.

"Belum (selesai sebelum mudik), kalau kereta yang di Sumatra masih membutuhkan waktu karena kerusakannya cukup parah," imbuhnya.

3. Terminal ikut terdampak, pelabuhan dan bandara aman

Ilustrasi mudik lebaran (Dok. PT PELNI)

Lanjut Dudy, sejumlah fasilitas terminal di Sumatra tak luput dari dampak bencana. Pemerintah saat ini masih memperbaiki berbagai sarana rusak.

Dudy memastikan infrastruktur pelabuhan dan bandara di Sumatra tidak mengalami gangguan berarti, baik dari fisik maupun operasional, sehingga tetap bisa melayani arus Lebaran. "Yang lainnya insyaallah bisa dipergunakn seperti pelabuhan maupun bandara," tutupnya.

Editorial Team