Bantul, IDN Times — Bagaimana cara kita melihat negara ketika suara publik mulai terdengar semakin pelan? Pertanyaan itu coba dibuka melalui Jogja Art + Books Festival (JABFEST) 2026 yang kembali digelar untuk keempat kalinya. Mengusung tema “Saksi Mata: Ketika Pendangkalan Berkuasa, Pendalaman Harus Bekerja”, JABFEST 2026 berlangsung di The Ratan, Yogyakarta, selama dua pekan, mulai Rabu (30/9/2026) hingga Senin (12/10/2026).
Festival ini mempertemukan literasi, seni rupa, musik, dan percakapan publik untuk membuka kembali catatan yang mungkin terlewat. JABFEST ingin mengajak masyarakat melihat perubahan bukan hanya melalui peristiwa besar, tetapi juga dari cara orang bertutur, mengingat, membaca, dan menyampaikan kegelisahan.
