Sleman, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla alias JK mengapresiasi upaya Presiden RI, Prabowo Subianto yang menawarkan diri menjadi juru damai untuk konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran. Bagaimanapun, JK menilai bukan pekerjaan mudah untuk mendamaikan perang yang melibatkan ketiga negara tersebut.
Indonesia Mau Damaikan Konflik Iran-AS, JK: Trump yang Harus Didatangi

1. Trump yang harus didatangi
JK berpendapat, dalam misi mendamaikan perang ini, Presiden AS, Donald Trump-lah yang semestinya didekati. Alasannya, negeri Paman Sam menjadi bagian dari kubu yang memulai serangan.
"Saya kira tentu niat baik (menjadi penengah), bagus. Tapi kalau mendamaikan dalam perang begini tidak mudah. Justru yang harus diberikan, dikunjungi, Trump, karena dia menyerang," kata JK ditemui di Masjid Kampus UGM, Sleman, DIY, Kamis (5/3/2026) malam.
2. BOP untuk jalan kedamaian
Lebih lanjut, JK turut menyinggung Badan Perdamaian alias Board of Peace (BOP) yang mana Indonesia tergabung dalam keanggotaannya, bersama AS dan Israel. Menurut pandangan JK, Pemerintah Indonesia baiknya berinisiatif mengajak para anggota lain menjadikan BOP ini untuk mendamaikan konflik AS-Israel dan Iran.
"Bagaimana mempergunakan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar dipergunakan Board of Peace itu untuk kedamaian," kata JK menyarankan.
3. Pertemuan bersama Prabowo bahas Iran juga
JK sendiri pada Selasa (3/3/2026) kemarin ikut diundang Prabowo ke Istana Kepresidenan Jakarta bersama sejumlah Presiden-Wapres terdahulu.
JK bilang, pertemuan membahas soal keadaan dan kebijakan negara. Dia tak menampik bahwa situasi di Timur Tengah, khususnya Iran sekalian dibahas dalam momen itu.
"Ya, itu tentu, tentu kita mengharapkan ya untuk memberikan simpatilah kepada Iran," imbuh dia.
4. Ajak doa Qunut Nazilah
Dari JK sendiri, selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ia mengajak seluruh pengelola masjid di Tanah Air untuk menggelar doa bersama dan membaca Qunut Nazilah saat pelaksanaan salat Jumat (6/3/2026).
Qunut Nazilah, kata JK dipanjatkan sebagai wujud doa untuk perdamaian di Timur Tengah.
"Kita mendoakan kedamaian di Timur Tengah, khususnya bagaimana Iran itu dapat selamat, damai, dan kalau perlu memenangkan, jangan penyerang itu," kata JK.
Doa juga dipanjatkan untuk perdamaian negara-negara lain yang tengah dilanda konflik, seperti Palestina atau Pakistan dan Afghanistan yang kini tengah saling perang.
"Kita harap (semua masjid melaksanakan)," pungkasnya.