Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Indonesia Mau Damaikan Konflik Iran-AS, JK: Trump yang Harus Didatangi
Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Jusuf Kalla mendukung langkah Prabowo Subianto menawarkan diri sebagai penengah konflik AS-Israel-Iran, namun menilai upaya itu sulit dan menyarankan agar Donald Trump yang lebih dulu didekati.
  • JK menyoroti peran Board of Peace (BOP) yang diikuti Indonesia, AS, dan Israel, serta mendorong pemerintah memanfaatkannya untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
  • Pada pertemuan dengan Prabowo di Istana, JK turut membahas situasi Iran dan mengajak seluruh masjid di Indonesia membaca Qunut Nazilah demi mendoakan perdamaian dunia Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla alias JK mengapresiasi upaya Presiden RI, Prabowo Subianto yang menawarkan diri menjadi juru damai untuk konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran. Bagaimanapun, JK menilai bukan pekerjaan mudah untuk mendamaikan perang yang melibatkan ketiga negara tersebut.

1. Trump yang harus didatangi

JK berpendapat, dalam misi mendamaikan perang ini, Presiden AS, Donald Trump-lah yang semestinya didekati. Alasannya, negeri Paman Sam menjadi bagian dari kubu yang memulai serangan.

"Saya kira tentu niat baik (menjadi penengah), bagus. Tapi kalau mendamaikan dalam perang begini tidak mudah. Justru yang harus diberikan, dikunjungi, Trump, karena dia menyerang," kata JK ditemui di Masjid Kampus UGM, Sleman, DIY, Kamis (5/3/2026) malam.

2. BOP untuk jalan kedamaian

Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam Board of Peace (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Lebih lanjut, JK turut menyinggung Badan Perdamaian alias Board of Peace (BOP) yang mana Indonesia tergabung dalam keanggotaannya, bersama AS dan Israel. Menurut pandangan JK, Pemerintah Indonesia baiknya berinisiatif mengajak para anggota lain menjadikan BOP ini untuk mendamaikan konflik AS-Israel dan Iran.

"Bagaimana mempergunakan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar dipergunakan Board of Peace itu untuk kedamaian," kata JK menyarankan.

3. Pertemuan bersama Prabowo bahas Iran juga

JK sendiri pada Selasa (3/3/2026) kemarin ikut diundang Prabowo ke Istana Kepresidenan Jakarta bersama sejumlah Presiden-Wapres terdahulu.

JK bilang, pertemuan membahas soal keadaan dan kebijakan negara. Dia tak menampik bahwa situasi di Timur Tengah, khususnya Iran sekalian dibahas dalam momen itu.

"Ya, itu tentu, tentu kita mengharapkan ya untuk memberikan simpatilah kepada Iran," imbuh dia.

4. Ajak doa Qunut Nazilah

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dari JK sendiri, selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ia mengajak seluruh pengelola masjid di Tanah Air untuk menggelar doa bersama dan membaca Qunut Nazilah saat pelaksanaan salat Jumat (6/3/2026).

Qunut Nazilah, kata JK dipanjatkan sebagai wujud doa untuk perdamaian di Timur Tengah.

"Kita mendoakan kedamaian di Timur Tengah, khususnya bagaimana Iran itu dapat selamat, damai, dan kalau perlu memenangkan, jangan penyerang itu," kata JK.

Doa juga dipanjatkan untuk perdamaian negara-negara lain yang tengah dilanda konflik, seperti Palestina atau Pakistan dan Afghanistan yang kini tengah saling perang.

"Kita harap (semua masjid melaksanakan)," pungkasnya.

Editorial Team