Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jurnalis di Yogyakarta ziarah ke makam Udin di Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
Jurnalis di Yogyakarta ziarah ke makam Udin di Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Intinya sih...

  • Mendorong pemerintah menjadikan Udin pahlawan nasional bidang pers. Kalangan wartawan berharap keberanian Udin menjadi keteladanan bagi jurnalis muda.

  • Semangat Udin bisa menjadi contoh jurnalis dalam menjalankan profesinya. Ketua Komisi A DPRD Bantul mengapresiasi semangat wartawan Yogyakarta yang terus mengenang sosok Udin.

  • Jurnalis mitra yang kritis kepada pemerintah. Terkait dorongan kepada pemerintah pusat untuk mengkaji dan menetapkan Udin sebagai pahlawan nasional, Jumakir menilai hal tersebut membutuhkan perhatian serius.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

‎Bantul, IDN Times - Kematian wartawan Koran Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, tahun ini memasuki tiga dekade. Meski telah 30 tahun berlalu, semangat dan keberaniannya dalam berkarya dinilai masih relevan, terutama bagi jurnalis muda saat ini.

Paradigma tersebut menjadi benang merah dalam kegiatan ziarah ke makam Udin di Dusun Gedongan, Desa Trirenggo, Bantul, yang dilakukan sejumlah jurnalis senior pada Senin (9/2/2026). Ziarah ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mewakili wartawan senior, Sigit Purwita menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar napak tilas perjalanan pers Indonesia, melainkan juga momentum untuk terus menyuarakan kebenaran yang diperjuangkan Udin hingga akhir hayatnya. “Mas Udin bagi saya bukan sekadar teman, tapi ia adalah pahlawan dalam profesi wartawan,” ujar Sigit.

Ia menilai keberanian Udin dalam menulis dan menyuarakan kebenaran di tengah tekanan rezim Orde Baru merupakan bentuk pengorbanan besar. Menyampaikan kebenaran, kata Sigit, tidak hanya mempertaruhkan keselamatan fisik, tetapi juga nyawa.

1. Mendorong pemerintah menjadikan Udin pahlawan nasional bidang pers

Sigit Purwita salah satu rekan Udin saat bekerja sebagai jurnalis di Koran Bernas. (IDN Times/Daruwaskita)

Selain itu, kalangan wartawan di Yogyakarta berharap pemerintah dapat melakukan kajian mendalam agar Udin ditetapkan sebagai pahlawan nasional, khususnya di bidang pers.

"‎Demikian juga dengan kalangan awam media berusia muda. Saya berharap keberanian Udin dalam menyuarakan kebenaran dalam karyanya menjadi keteladanan," kata Sigit.

2.‎ Semangat Udin bisa menjadi contoh jurnalis dalam menjalankan profesinya

Jurnalis ziarah ke makam Udin di Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, turut mengapresiasi semangat wartawan Yogyakarta, khususnya Bantul, yang terus mengenang sosok Udin.

‎"Ini menjadi bagian dari teman-teman Bantul berjuang memberitakan kebaikan. Semangat Udin bisa menjadi contoh," ujarnya

3. Jurnalis mitra yang kritis kepada pemerintah

Jurnalis ziarah ke makam Udin di Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Terkait dorongan kepada pemerintah pusat untuk mengkaji dan menetapkan Udin sebagai pahlawan nasional, seperti halnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, Jumakir menilai hal tersebut membutuhkan perhatian serius.

Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, ia berharap insan pers tidak hanya berhenti pada fungsi pemberitaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi demi kebaikan daerah, khususnya Bantul.

"Pers kita harapkan juga sebagai mitra yang kritis dalam berbagai kebijakan pemerintah agar program berjalan dengan baik dan tepat sasaran," tandas Politisi PPP tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team