Upacara Adat Jamasan Kereta Pusaka (gudeg.net)
Prosesi Jamasan di lingkungan Keraton Yogyakarta diawali dengan jamasan pusaka Kanjeng Kyai Ageng Plered, lalu dilanjutkan pusaka lain. Paling menarik perhatian adalah proses jamasan kereta yang dilaksanakan secara terbuka. Setiap tahun hanya ada dua kereta yang dijamas, dengan kereta Kanjeng Nyai Jimat yang mengalami jamasan secara rutin setiap tahun.
Kereta yang diritualkan dalam upacara Adat Jamasan Kereta Pusaka dibersihkan dengan cara diguyur air irisan jeruk nipis dan bunga. Kereta pusaka kemudian dilap dengan kain mori.
Bagian kaca digosok dengan spirtus, sedangkan bagian kulit dengan minyak kelapa. Setelah pusaka bersih, selanjutnya akan dikembalikan menuju lokasi penyimpanan.
Dilaksanakan upacara Sugengan sebagai penutup rangkaian jamasan yang dihadiri kerabat Keraton. Acara penutupan ini dilaksanakan di Gedhong Prabayeksa.
Sementara itu, untuk waktu pelaksaan upacara adat ini dilakukan pada Selasa Kliwon dalam Bulan Suro yang merupakan bulan pertama menurut penanggalan Jawa. Apabila pada tahun tersebut tidak terdapat hari selasa Kliwon dalam bulan Suro, maka ritual jamasan diganti pada hari Jumat Kliwon.
Sampai saat ini, upacara adat jamasan kereta pusaka masih rutin dilakukan setiap tahun oleh pihak Keraton. Upacara ini memiliki makna spiritual untuk mewakilkan sikap manusia dalam menyambut datangnya periode penanggalan baru.