Potret gunung Merapi dan Merbabu (pexels.com/Mike Panton)
Laporan BPPTKG periode 6-12 Maret 2026 menyebutkan morfologi kubah barat daya Gunung Merapi mengalami perubahan akibat aktivitas guguran lava dan perubahan volume kubah.
"Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan," kata Agus.
Berdasarkan analisis foto udara pada 20 Februari 2026, volume kubah barat daya Merapi tercatat sebesar 4.044.000 meter kubik, sedangkan volume kubah tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.
Saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, sejauh maksimal tujuh kilometer.
Sedangkan pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal lima kilometer. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.