Sleman, IDN Times - Ratusan peserta aksi melakukan aksi di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (24/2/2026). Aksi dilakukan sebagai protes buntut meninggalnya pelajar 14 tahun di Maluku oleh anggota Brimob.
“Bentuk kemarahan yang terjadi di Maluku, ada bocah 14 tahun dihantam (helm anggota Brimob hingga meninggal),” ujar salah satu massa aksi, Ude.
Ude menegaskan aksi dilakukan oleh peserta aksi yang tidak percaya wacana reformasi Polri yang digaungkan. Bahkan setelah seruan aksi massa Agustus 2025, dinilai tidak ada perubahan.
“Gak terjadi itu perubahan signifikan. Akhirnya kami sadar yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya. Jadi aksi ini untuk meluapkan kemarahan masyarakat Jogja,” kata Ude.
