Yogyakarta, IDN Times - Kekalahan pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di DIY dan Jateng versi hasil hitung sementara, tak lepas dari besarnya pengaruh pemilih rasional pada capres-cawapres lain.
Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kontribusi dalam menggiring para undecided voters ke capres-cawapres lain.
Mada Sukmajati melihat hasil hitung cepat ketiga paslon dari berbagai lembaga, di mana perolehan suara Ganjar-Mahfud secara nasional nyaris sama dengan capaian PDIP pada capaian suara pileg, yakni berkutat antara 16-19 persen.
Menurut Mada, ini mengindikasikan jika para pemilih tradisional dari PDIP secara nasional lebih banyak memilih Ganjar-Mahfud ketimbang paslon lain. Selain faktor pengaruh ekor jas dari Ganjar itu sendiri terhadap PDIP selaku salah satu parpol pengusungnya.
"Kalau kita bicara migrasi pemilih PDIP dalam konteks pilpres ke calon lain selain Ganjar sebenarnya sangat sedikit kalau kita korelasikan antara suara di Pilpres dan Pileg untuk PDIP," kata Mada saat dihubungi, Kamis (15/2/2024).
