SPPG Srihardono 1 yang menyalurkan MBG ke SD Monggang. (IDN Times/Daruwaskita)
Juru bicara sekaligus guru olahraga SD Monggang, Sarjito, mengatakan penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 113 siswa dan 14 guru. Dari 19 siswa yang diduga mengalami keracunan, sebagian sudah kembali masuk sekolah, sementara lainnya masih absen.
"Kami komunikasi dengan orang tua siswa yang belum masuk sekolah. Alasannya anak-anak masih merasakan mual, pusing dan diare sehingga belum bisa belajar di sekolah hari ini," tuturnya.
Ia menambahkan, setelah ditemukan belatung, pihak sekolah meminta guru mengecek kelayakan makanan. Seluruh menu MBG kemudian ditarik, terutama yang belum dikonsumsi.
"Yang jelas setelah ada temuan belatung, saya minta guru kelas mengecek sayur aman atau tidak untuk dikonsumsi. Setelah ada temuan susu kotak baunya menyengat selanjutnya seluruh MBG ditarik khususnya yang belum dimakan siswa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Srihardono 1, Septiyanto, belum memberikan keterangan rinci dan menyatakan akan menyampaikan hasil setelah uji laboratorium selesai sekitar 10 hari ke depan.
"Yang jelas hari ini SPPG untuk sementara tidak beroperasi. Adanya siswa yang keracunan seluruh MBG yang belum sempat dikonsumsi juga ditarik kembali dan yang belum dikirim ke sekolah batal dikirim," tambahnya.