ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Mardya Shakti)
Zullies menjelaskan, avifavir merupakan obat COVID-19 buatan Rusia yang berbasis favipiravir. Favipiravir sendiri merupakan obat antivirus untuk mencegah influenza atau yang telah dikembangkan Jepang sejak tahun 2004 silam.
Selama pandemik COVID-19, obat ini telah dipakai dalam panduan terapi COVID-19 di Indonesia, dan merupakan drug repurposing, yaitu menggunakan obat yang sudah beredar untuk indikasi baru yaitu terapi COVID-19.
"Jadi, avifavir ini bukanlah obat baru. Sebelumnya sudah ada favipiravir yang dikembangkan Jepang sebagai obat antiinfluenza, tetapi masa patennya sudah habis. Setelah itu, banyak industri farmasi di beberapa negara dunia seperti India, China, juga Rusia memproduksinya dengan brand name yang berbeda dan digunakan untuk COVID-19, serta mendapatkan emergency use authorization (EUA) di beberapa negara", ungkapnya pada Senin (29/3/2021).