Ilustrasi toleransi. (IDN Times/Sukma Shakti)
Lahir dan tumbuh di tengah mayoritas umat muslim, membuat Elga yang merupakan umat Kristen tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai isu-isu toleransi. Hal tersebut pula lah yang membuat Elga yang awalnya berada di Jurusan Teknik Sipil menyeberang ke Jurusan Teologi di UKIT Tomohon.
Di Jurusan Teologi itulah yang membawa Elga lebih jauh belajar tentang bermacam-macam agama, aliran-aliran kepercayaan, gereja-gereja dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan pengalamannya bersekolah ke Vancouver Kanada maupun Swiss turut membuka lebih jauh mengenai pemikirannya. Elga juga pernah mengikuti pertemuan gereja secara internasional yang mendatangkan berbagai macam aliran dalam agama Kristen.
"Jadi pengalaman itu membuka pemikiran membuka perspektif saya berarti Kristen yang saya kenal selama ini di Gorontalo, di Manado dan apalagi setelah saya bergabung di Yogyakarta, itu bagian dari begitu besar kelompok-kelompok Kristen yang berbeda. Ditambah dengan agama-agama yang ternyata tidak hanya Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Buddha, Hindu, tapi ada begitu banyak agama. Belum lagi secara intra masing-masing agama, begitu banyak," ungkapnya pada Jumat (3/12/2021).