Sigit Aprianto menggunakan aplikasi BRImo untuk mengelola bisnisnya dari jarak jauh. (IDN Times/Linggauni)
Pertumbuhan volume transaksi ditopang oleh perluasan basis pengguna (user base) yang agresif. Per Desember 2025, BRImo tercatat memiliki 45,9 juta pengguna, tumbuh 18,9 persen y-o-y. Dari data yang tersedia, di wilayah kelolaan BRI Regional Office Yogyakarta, jumlah pengguna BRImo mencapai 2.006.634 user pada tahun 2023, dan meningkat menjadi 2.261.326 user pada bulan Februari 2024, menandai peningkatan sebesar 12,7 persen.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa akselerasi ini merupakan hasil dari integrasi infrastruktur teknologi informasi. BRImo tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan ekosistem jaringan fisik dan elektronik yang mencakup ATM, CRM, EDC merchant, QRIS, hingga AgenBRILink.
"Transformasi digital ini berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem. Melalui modernisasi infrastruktur, kami memastikan layanan tetap stabil untuk mengakomodasi pertumbuhan transaksi yang terus meningkat," papar Saladin.
Dari sisi neraca keuangan, dominasi transaksi digital ini memberikan kontribusi strategis terhadap penguatan struktur pendanaan bank. Aktivitas transaksional yang tinggi mendorong pertumbuhan dana murah (CASA), yang menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjalankan fungsi intermediasi. Dengan biaya dana yang lebih efisien, perseroan memiliki ruang lebih luas untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif.