Bantul, IDN Times - Omzet pengusaha peralatan marching band turun hingga 50 persen. Penurunan ini diduga karena adanya kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat yang berdampak ke daerah.
Kondisi ini membuat sejumlah pengusaha peralatan marching band terpaksa mengurangi jumlah karyawan hingga menutup usahanya alias gulung tikar.
Salah satu pengusaha marching band asal Bekasi Jawa Barat, Iqbal Khambali mengatakan penjualan peralatan marching band pada tahun 2023 hingga 2024 terbilang moncer. Namun pada tahun 2025 diawali dengan adanya efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat membuat penjualan peralatan marching band yang pasar utamanya sekolah dasar (SD) hingga SMA sederajat menurun drastis.
"Pada tahun 2023-2024 setiap tahunnya saya mampu menjual sekitar 100 set peralatan marching band namun mulai tahun 2024 turun drastis hingga 50 persen bahkan awal tahun 2026 ini belum ada peralatan marching band yang laku terjual," ungkapnya, Sabtu (7/2/2026).
