Sejalan dengan itu, CEO Krista Exhibitions Group, Daud D Salim, menegaskan bahwa tiga pameran ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan sektor makanan dan minuman, pengemasan, serta percetakan.
"Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan para pelaku industri untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bertumbuh. Sinergi antara sektor makanan minuman, packaging, dan printing adalah masa depan industri manufaktur Indonesia," ungkap Daud D Salim.
Lebih dari 110 peserta akan terlibat dalam pameran ini, termasuk 30 UMKM. Mereka akan menampilkan berbagai inovasi, mulai dari teknologi pengolahan pangan, mesin produksi, hingga solusi kemasan modern yang menekankan efisiensi, keamanan pangan, dan keberlanjutan.
Selain itu, sektor percetakan juga turut berperan dalam memperkuat identitas produk melalui teknologi cetak berkualitas tinggi, label kemasan, hingga finishing premium yang mendukung branding.
Dengan menghadirkan perusahaan grafika dan teknologi cetak, pameran ini menampilkan berbagai solusi seperti high-resolution digital printing, label dan packaging printing, teknologi UV dan hybrid, serta opsi personalisasi dan premium finishing yang menjadi tren pasar berbasis visual.
Sinergi kuat antara sektor printing dan packaging menjadikan pameran ini solusi branding terintegrasi yang mendukung produsen, pemilik brand, dan UMKM untuk menciptakan identitas produk yang lebih kuat, menarik, dan kompetitif.
Kolaborasi antara teknologi pengemasan dan grafika ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas dari sisi rasa, tetapi juga unggul secara visual dan kompetitif di pasar.
Tak hanya pameran, berbagai program pendukung juga akan digelar, seperti cooking dan baking demo, serta kompetisi kopi dan edukasi teh. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru di industri makanan dan minuman.
Dengan sinergi tiga sektor strategis tersebut, Yogyakarta semakin diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk naik kelas melalui peningkatan kualitas produk dan kemasan.