Comscore Tracker

Jenazah Diduga COVID-19 Dimakamkan Tanpa Peti, Ini Kata Dinkes Bantul

Dinkes mengaku telah meminta klarifikasi RS terkait

Bantul, IDN Times - Kasus pemakaman tak sesuai protokol terhadap jenazah yang diduga COVID-19 terjadi di Padukuhan Prokerten, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, pada medio Januari 2021 lalu.

Jenazah dimakamkan tanpa menggunakan peti, hanya dibungkus kafan dan dilapisi plastik. Dinas Kesehatan Bantul pun angkat bicara terkait kejadian ini.

Baca Juga: 3T Digencarkan, Satgas Covid Bantul: Jangan Kaget Kasus COVID Naik

1. Dinas Kesehatan Bantul sudah klarifikasi ke rumah sakit yang merawat pasien

Jenazah Diduga COVID-19 Dimakamkan Tanpa Peti, Ini Kata Dinkes BantulIlustrasi rumah sakit. IDN Times/Arief Rahmat

Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti laporan pemakaman yang menyalahi protokol COVID-19 tersebut. Dinkes telah melakukan klarifikasi kepada rumah sakit tempat pasien dirawat dan meninggal dunia.

"Sudah kita klarifikasi dan jawaban dari rumah sakit yang merawat pasien dan dinyatakan meninggal dunia, pasien sudah negatif COVID-19," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (26/2/2021).

2. Pemakaman tanpa peti terkesan kurang menghormati jenazah

Jenazah Diduga COVID-19 Dimakamkan Tanpa Peti, Ini Kata Dinkes BantulProses pemakaman salah satu jenazah COVID-19 (16/9/2020). IDN Times/Aldila Muharma&Fiqih Damarjati

Gus Bud, sapaan akrab Agus Budi Raharja, menjelaskan pemakaman dengan protokol COVID-19, jenazah tidak harus dipeti. Namun, harus dipastikan jenazah dibungkus dengan plastik secara rapat, sehingga tidak ada cairan yang menetes dan bisa menularkan penyakit baik itu COVID-19 ataupun penyakit infeksius lainnya.

"Tapi memang jenazah jika dikubur tidak menggunakan peti dalam adat dan kebiasaan kurang menghormati jenazah," ucapnya.

Namun demikian, kata Gus Bud keputusan jenazah yang dimakamkan tanpa peti juga bisa terjadi karena kesepakatan ahli waris dan pihak rumah sakit sehingga harus dikonfirmasi pula dengan pihak ahli waris dari jenazah yang dimakamkan tanpa menggunakan peti.

"Bisa saja terjadi kesepakatan bersama antara ahli waris dan pihak rumah sakit bahwa pemakaman tanpa peti. Namun yang jelas dari pihak rumah sakit sudah memastikan jenazah sudah negatif COVID-19 sebelum meninggal dunia," terangnya.

3. Jenazah COVID-19 yang dimakamkan tanpa peti bukan hal yang baku

Jenazah Diduga COVID-19 Dimakamkan Tanpa Peti, Ini Kata Dinkes BantulSekda Bantul, Helmi Jamharis. IDN Times/Daruwaskita

Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Bupati sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul, Helmi Jamharis mengatakan jika tidak ada hal baku dalam tata cara pemakaman jenazah positif COVID-19. Artinya, pemakaman pasien tidak harus menggunakan peti. 

Akan tetapi, protokol kesehatan tetap wajib dipatuhi, seperti menggunakan baju hazmat bagi petugas yang memakamkan. 

"Asal ada jaminan tidak akan terjadi kebocoran dan penularan. Tentunya jenazah harus dibungkus plastik lebih dahulu," kata Helmi. 

Menurut Helmi, hingga kini, dirinya baru menemukan satu kasus jenazah COVID-19 dimakamkan tanpa menggunakan peti. Sebab, selama ini banyak pemakaman dilakukan dengan menggunakan peti. 

"Baru kali ini karena selama ini, kami mendapatkan informasi jika pemakaman jenazah COVID-19 umumnya dengan menggunakan peti," katanya.

4. Kronologi pemakaman dengan protokol COVID-19, jenazah tak dipeti

Jenazah Diduga COVID-19 Dimakamkan Tanpa Peti, Ini Kata Dinkes BantulIlustrasi mobil Jenazah. IDN Times/Aldila Muharma-Fiqih Damarjati

Carik Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Heri Purwanto membenarkan adanya jenazah pasien COVID-19 yang saat dikuburkan tidak menggunakan peti seperti umum pemakaman dengan protokol COVID-19.

"Ya memang seperti itu kejadiannya," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, kejadian jenazah COVID-19 dalam pemakaman tanpa menggunakan peti berawal ketika Kadus Prokerten menelpon dirinya yang menyebut ada jenazah akan dimakamkan sesuai protokol COVID-19, sehingga Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dipersiapkan untuk proses pemakaman.

Setelah mobil ambulans yang membawa jenazah pasien positif COVID-19 datang, relawan dibuat kaget karena saat pintu ambulans dibuka jenazah tidak dalam peti dan hanya dikafani serta dibungkus dengan plastik.

"Saat akan membawa jenazah untuk dimakamkan karena jenazah infeksius, relawan menjadi takut," ucapnya.

Sebagai asesmen pemakaman COVID-19, Heri mengaku memberanikan diri untuk mengawali membawa jenazah untuk dimakamkan. Sejumlah relawan lain juga ikut berani membopong jenazah untuk dibawa ke liang lahat dan dimakamkan secara islami.

"Jadi saat jenazah akan dimasukkan ke liang lahat ada relawan yang menerima jenazah di liang lahat. Jadi pemakamannya seperti pemakaman jenazah non COVID-19 dan secara islami," ungkapnya.

Lebih jauh Heri mengatakan dalam pemakaman tersebut diakui tidak menggunakan glogor atau papan penutup serta maejan karena dari pengalamanya memakamkan jenazah COVID-19 sudah satu paket dengan peti jenazah.

"Ya kalau kita diminta juga mempersiapkan glogor dan maejan ya tidak mungkin bisa karena biasanya jadi satu paket dengan peti jenazah," ujarnya.

Dari 12 kali pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 baru pertama kali ditemukan kasus jenazah pasien COVID-19 dimakamkan tanpa menggunakan peti.

"Yang jelas saat itu kaget, cemas dan ada ketakutan karena jenazah infeksius. Namun rasa takut dan lainnya berusaha dihilangkan dan berharap tidak terpapar COVID-19," ungkapnya.

Heri menambahkan rasa waswas relawan terpapar COVID-19 karena memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 sirna ketika beberapa hari usai pemakaman diberitahu bahwa jenazah yang dimakamkan sudah negatif dua hari sebelum dinyatakan meninggal dunia.

"Kalau saat memakamkan tetap mengira pasien COVID-19, jadi ya kita takut karena tanpa peti. Namun saat ini kita sudah lega. Kita kerja untuk kemanusiaan, semoga tetap sehat dan dijauhkan dari COVID-19,"katanya.

Baca Juga: Bikin Gaduh, Anggota DPRD Bantul Minta Maaf ke Relawan COVID-19

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya