Julia Syifa Az-Zahra, mahasiswa Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga yang magang di KBRI Astana, Kazakhstan. (Dok. UIN Sunan Kalijaga)
Zahra mengikuti program magang internasional di Astana, Kazakhstan, sejak 6 November 2025. Selama hampir tiga bulan, ia menjalani sistem rotasi di empat fungsi utama KBRI Astana, mulai dari penerangan, sosial, dan budaya; administrasi; protokol, konsuler, dan pelindungan WNI; hingga fungsi ekonomi, politik, dan digital.
"Pola kerja lintas fungsi ini memberi saya gambaran utuh tentang bagaimana diplomasi Indonesia dijalankan dari balik layar,” tuturnya.
Dalam program tersebut, Zahra terlibat dalam sejumlah agenda strategis kedutaan, antara lain penyambutan atlet judo Indonesia, kehadiran pada ajang seni internasional, serta dukungan untuk atlet bulu tangkis nasional.
Pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi saat dipercaya tampil dalam Resepsi Diplomatik KBRI Astana. Di hadapan tamu internasional, Zahra membawakan Tari Persembahan Melayu dari Sumatera sebagai bentuk diplomasi budaya Indonesia. Meski tidak memiliki latar belakang sebagai penari, ia menjalani latihan intensif selama beberapa pekan untuk memenuhi kepercayaan tersebut.
“Melalui berbagai agenda resmi, saya belajar bahwa semangat kebangsaan tetap hidup meski jauh dari Tanah Air,” ujar Zahra. Bagi mahasiswa angkatan 2022 ini, magang internasional menjadi proses pembentukan karakter dan kesadaran kebangsaan, sekaligus pengingat bahwa budaya tetap menjadi pijakan di tengah keberagaman dunia.