Ketua PP Muhammadiyah Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah, Agung Danarto. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Lebih lanjut, kolaborasi antara BSI dan Muhammadiyah terus mencatatkan pertumbuhan yang positif. Hal ini tercermin dari integrasi layanan perbankan BSI dengan berbagai amal usaha Muhammadiyah, mulai dari pengelolaan likuiditas, digitalisasi pembayaran UKT mahasiswa, payroll pegawai, hingga yang terbaru integrasi sistem pembayaran anggota Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Super App (MASA) dengan super-app BYOND by BSI. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan close loop transaction yang bermanfaat bagi kemandirian ekonomi umat.
Lebih dari sekadar sinergi ekosistem kampus, BSI MU-FEST 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan penguatan program Asta Cita di bidang pendidikan serta ekonomi kerakyatan, khususnya di lingkungan UKM Muhammadiyah. Sejalan dengan hal tersebut, BSI juga menghadirkan Layanan Klinik UMKM di arena MU-FEST 2026 sebagai bentuk upaya mendorong ekonomi kerakyatan, khususnya untuk UKM Muhammadiyah. Fasilitas ini mencakup tiga hal utama. Pertama, akses UMKM Center sebagai tempat konsultasi, pendampingan, dan literasi keuangan syariah. Kedua, Lapak BSI untuk mempermudah layanan transaksi UMKM di pasar dan layanan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ketiga, BSI Usaha Mikro untuk mempermudah akses permodalan bagi UMKM.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah, Agung Danarto menyampaikan ke depannya, Muhammadiyah dan BSI diharapkan dapat terus meningkatkan intensitas kolaborasi, terutama dalam hal pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan wirausaha baru. "Basis untuk meningkatkan potensi umat itu terletak pada upaya pembinaan UMKM," tambahnya.