Yogyakarta, IDN Times - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta perbedaan awal puasa Ramadan 1447 H disikapi secara cerdas dan tasamuh (lapang dada). Ia meminta agar tak ada sikap saling menyalahkan atau merasa paling benar sendiri.
"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar, Selasa (17/2/2026).
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan mulai Rabu, 18 Februari 2026. Sementara pemerintah menggelar sidang isbat pada Selasa (17/2/2026) sore, menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
