Yogyakarta, DN Times - Kasus perundungan yang kerap terjadi pada anak, salah satunya disebabkan akses terhadap media sosial tidak terbatas. Sosiolog Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Mukhijab menilai kasus Tasikmalaya, Jawa Barat yang berujung kematian seorang anak berusia 11 tahun akibat informasi yang didapat terlalu banyak dari media sosial.
Anak-anak, ujar Mukhijab memiliki kecenderungan mereproduksi apapun yang mereka dapatkan di media sosial, termasuk beragam informasi negatif seperti kekerasan hingga pornografi.
"Ada semacam reproduksi perilaku oleh anak-anak atau remaja dari apa yang mereka lihat di medsos. Mereka ingin melihat secara riil bahwa itu bisa dilakukan juga di dunia nyata," ujar Mukhijab dikutip Antara, Sabtu (23/7/2022).