TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Volume Sampah 245 Ton Sehari, Sleman Kebut Pembangunan TPST

Bupati terbitkan SE untuk pilah sampah

ilustrasi sampah plastik (unsplash.com/Marc Newberry)

Sleman, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Sleman mempercepat proses pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Tamanmartani, Kalasan, yang ditargetkan sudah mulai beroperasi tahun ini.

Langkah ini sebagai upaya jangka panjang agar pembuangan sampah dari Sleman tidak bertumpu di TPA Piyungan. Terlebih, volume produksi sampah harian di Bumi Sembada sudah mencapai 245 ton.

"(TPST) yang di Tamanmartani sedang kita kerjakan. Ini solusi jangka panjang kita agar tidak bergantung lagi di (TPA) Piyungan. Semoga masa-masa ini (penutupan TPA) tidak menimbulkan masalah yang lain," kata Bupati Sleman, Kustini, Rabu (26/7).

Untuk diketahui, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan ditutup 45 hari sejak 23 Juli 2023 lalu karena pembangunan Landfill Zona Transisi 2. Padahal, TPA tersebut selama ini menampung sampah dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Bantul (Kartamantul) dengan total volume harian 700 ton.

1. Terbitkan SE pilah sampah

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Demi meminimalisir volume sampah harian saat TPA Piyungan tutup sementara dan TPST Tamanmartani masih berproses pembangunannya, Kustini mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait imbauan kepada masyarakat agar memilah dan mengolah sampah secara mandiri.

"Lewat SE ini kita imbau masyarakat untuk mengurangi sampah. Selain itu kita imbau juga untuk melakukan pemilihan dan pengolahan sampah secara mandiri," ungkap Kustini.

Baca Juga: Ditolak Warga, Pemda Cari Lokasi Lain untuk TPS Cangkringan

2. Sampah organik ditimbun-jadi pakan, yang anorganik diangkut

Ilustrasi tong sampah organik dan non-organik (Unsplash.com/Nareeta Martin)

Dalam imbauan yang tertuang pada SE No 035 tahun 2023, disampaikan bahwa penghasil sampah dan masyarakat diminta untuk memilah sampah organik dan anorganik.

Sampah organik dikelola dengan cara ditimbun di lubang, atau dijadikan pakan ternak, dibuat kompos dan dibuat eco enzym. Sedangkan untuk sampah anorganik, bisa dibawa secara mandiri ke lembaga pengolahan sampah seperti TPS3R, bank sampah dan pelapak sampah.

"SE ini memberikan penekanan kepada kita semua bahwa kita harus peduli dengan sampah dan ini harus menjadi gerakan kita bersama. Baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung," terang Kustini.

Baca Juga: Pembuangan Sampah Sementara di Cangkringan Dipastikan Batal Digunakan

Berita Terkini Lainnya